Logo Header Antaranews Sumbar

Mahasiswa Sumbar diajak jadi agripreneur lewat AgriYouth Talks

Kamis, 18 September 2025 15:37 WIB
Image Print
Gubernur Sumbar, Mahyeldi dukung pengembangan sektor pertanian dengan kolaborasi berbagai pihak. (ANTARA/ist)

Padang (ANTARA) - Perusahaan Paten Mekar Tani merangkul mahasiswa program studi pertanian di tiga universitas besar di Sumatera Barat (Sumbar) untuk memulai pengalaman di bidang pertanian modern.

Tiga universitas itu masing-masing Universitas Andalas, Universitas Taman Siswa, dan Universitas Ekasakti.

Langkah awal yakni dengan membuka cakrawala pengetahuan mahasiswa melalui kegiatan AgriYouth Talks dengan tema Investasi Masa Depan, Pertanian dan Financial untuk Generasi Muda di Auditorium Gubernuran, Padang, Kamis (18/9/2025).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat membuka kegiatan itu mengatakan, pertanian merupakan sektor yang menjanjikan karena kebutuhan pangan selalu meningkat. Mahasiswa di bidang pertanian harus melihat kondisi tersebut sebagai peluang yang bisa mengantarkan pada kesuksesan.

“Kebutuhan jagung Sumbar per tahun di angka 2,4 juta ton, sedangkan yang mampu dipenuhi dari produksi lokal hanya 40 persen saja. Kekurangan dipenuhi dari daerah lain. Artinya ini peluang besar. Begitu pula pada komoditas daging sapi,” ucapnya.

Menurut Mahyeldi, di sisi lain, banyak komoditas unggulan Sumbar yang memiliki nilai ekspor tinggi seperti gambir dan manggis. Jumlah produksi gambir Sumbar mampu memenuhi 80 persen kebutuhan dunia.

“Gambir masih diekspor dalam bentuk mentah. Di luar negeri diolah menjadi bahan campuran industri makanan dan minuman, bahan baku industri kesehatan dan farmasi, termasuk kosmetik. Hilirisasi ini diperlukan agar komoditas unggulan tidak lagi dijual mentah,” ujarnya.

Mahyeldi mengajak mahasiswa untuk mulai fokus pada usaha di sektor pertanian, mulai dari produksi, hilirisasi, hingga perdagangannya.

“Kalau ingin kaya jadi wirausaha pertanian, jangan melulu bermimpi jadi pegawai saja,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Paten Mekar Tani, Ari Irpendi mengatakan, melalui AgriYouth Talks, mahasiswa tidak sekadar mendapat pengetahuan tentang pertanian saja.

Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, magang, serta terjun langsung mengembangkan inovasi pertanian modern yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

“Tadi ada penandatanganan nota kesepahaman kami dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan tiga universitas. Tindak lanjutnya yakni, mahasiswa di universitas dimaksud akan diarahkan untuk praktik kerja lapangan (PKL) selama enam bulan atau satu periode tanam di lahan yang kami kelola,” ucapnya.

Ari menjelaskan, saat ini telah ada 250 hektar lahan jagung yang dikelola bersama Paten Mekar Tani. Lokasinya di Kabupaten Padang Pariaman. Pengolahan lahan, proses tanam, perawatan, hingga panen menggunakan teknologi modern.

“Kegiatan ini bisa memancing mahasiswa agar tidak ragu menjadi agripreneur. Selama ini entepreneur di sekot kuliner, wisata, di pertanian belum ada. Padahal prospeknya sangat menjanjikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Mekar, Pandu Aditya Kristy mengatakan, kegiatan ini bukan hanya mengenalkan pemuda pada produksi pertanian modern, namun juga mengedukasi tentang finansial yang bisa diakses petani untuk naik kelas. Kemudian membangun ekosistem secara bersama untuk mewujudkan asta cita di sektor ketahanan pangan.

“Sumber daya manusia disiapkan melalui universitas, melalui personel Polri. Lokasinya menggunakan lahan tidur masyarakat yang didata pemerintah daerah.

Kemudian permodalan sektor pertanian bisa didukung Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, FiO yang membantu penerapan alat pertanian berteknologi modern,” ujarnya.*



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026