
SBY Dengarkan Penjelasan Thein Sein Soal Rohingya

Phnom Penh, (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Presiden Myanmar Thein Sein di Phnom Penh, Kamboja, untuk membahas peningkatan hubungan dan kerja sama kedua negara selain mendengarkan penjelasan langsung soal kekerasan yang terjadi pada Muslim Rohingya. "Presiden Myanmar menjelaskan bahwa yang terjadi di Rohingya adalah konflik komunal, bukan konflik antaragama," kata Jurubicara Presiden Bidang Internasional Teuku Faizasyah di sela-sela KTT ke-21 ASEAN di Phnom Penh, Selasa. Presiden Thein Sein memastikan konflik komunal tersebut tidak didorong oleh pemerintah, melainkan akibat adanya kelakuan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan. Terhadap penjelasan tersebut, kata Faizasyah, Presiden Yudhoyono memahami persoalannya karena di Indonesia juga sering mengalami hal serupa. Faizasyah mengatakan Indonesia sudah berperan dalam membantu menyelesaikan masalah Rohingya tersebut. Indonesia, katanya, telah menggunakan diplomasi bilateral dengan negara-negara terkait, juga melalui pendekatan multilateral, seperti melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang turut dalam pertemuan bilateral itu, telah diperintahkan untuk aktif membantu menyelesaikan masalah ini. "Arahannya mencakup apa yang telah dan akan dilakukan Indonesia untuk membantu menyelesaikan masalah Rohingya ini," katanya. Faizasyah mengatakan Indonesia siap memberikan bantuan kepada Myanmar untuk merehabilitasi dan membangun kesejahteraan warga Rohingya yang sekarang menjadi korban dari konflik komunal. Presiden Thein sebelumnya menyampaikan Myanmar akan melakukan rekonstruksi besar-besaran yang melibatkan dana miliaran dollar AS dan karena itu meminta bantuan RI. Saat ditanya apa bentuk konkrit bantuan dimaksud, Faizasyah mengatakan Indonesia masih harus mempelajari berapa besaran angka bantuan kemanusiaan yang akan diberikan kepada Myanmar tersebut. Presiden Thein menyambut baik uluran tangan Indonesia itu dan bahkan mengundang Presiden Yudhoyono untuk datang ke Myanmar awal tahun depan. Faizasyah menambahkan bahwa Myanmar terbuka bagi siapa pun untuk melihat apa yang terjadi di Rohingya. "Dari Indonesia sudah banyak yang datang, seperti mantan Wapres Jusuf Kalla yang sempat masuk ke lokasi konflik," demikian Faizasyah. Setidaknya 78 orang dilaporkan tewas sejak kerusuhan pecah pada Mei lalu. Selain itu, 1.200 orang dinyatakan hilang dan 80 ribu orang mengungsi di sekitar Kota Sittwe dan Maungdaw. Menurut PBB diperkirakan ada 800 ribu warga hidup di Rakhine, Myanmar. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
