
Puluhan hektare sawah di Kabupaten Pasaman terendam banjir

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Sedikitnya seluas 20 hektare lahan persawahan milik warga Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) terendam banjir dampak dari curah hujan yang mengguyur daerah itu.
"Terendamnya areal persawahan sekitar 20 hektare milik masyarakat Nagari (desa) Alahan Mati Hilia ini sudah siap tanam," kata Wali Nagari (Kepala Desa) Alahan Mati Hilia Sepri Imarial saat dihubungi via telepon di Lubuk Sikaping, Rabu.
Selain merendam area persawahan, katanya, sejumlah rumah warga juga ikut terendam banjir. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah.
Sepri Imarial mengatakan banjir diakibatkan oleh luapan sungai batang pulan yang berimbas kepada areal sawah dan pemukiman masyarakat.
"Ketinggian air bervariasi hingga 1,5 meter. Banjir juga menghantam jembatan darurat hingga hanyut. Jembatan yang hanyut ini menghubungkan Kampung Marapak Kejorongan Guguak Salareh Aia dan Nagari Alahan Mati Hilia, Kecamatan Simpati," kata Sepri Imarial.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Desrianti mengatakan saat ini tengah mempersiapkan personel menuju lokasi kejadian.
"Persiapan ke lokasi kejadian. Kami imbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai tersebut segera mengungsi agar tidak tidak sampai ada korban," katanya.
Pewarta: Heri Sumarno
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
