Logo Header Antaranews Sumbar

Pessel Bertekad Jadi Pemasok Sapi Terbesar

Senin, 18 November 2013 19:50 WIB
Image Print
Sapi. (Antara)

Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan bertekad menjadikan kabupaten itu sebagai daerah pamasok daging sapi terbesar di Sumbar. "Sejak dini kami berupaya untuk mewujudkannya. Berbagai upaya untuk meningkatkan produksi akan kami lakukan dengan menggiatkan berbagai program, " kata Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perkebunan Pessel, Marzukri di Painan, Senin. Kabupaten itu juga tengah berupaya sebagai salah satu daerah penyumbang produksi sapi potong dalam mewujudkan swasembada daging pada tahun 2014. Untuk meningkatkan populasi dan kualitas daging sapi, Pemkab setempat telah menggiatkan program inseminasi buatan (IB) terhadap sapi betina produktif. Pada 2013, program itu ditargetkan terealisasi sebanyak tujuh ribu dosis, naik dari tahun sebelumnya di 2012 yang hanya enam ribu dosis. Atas upaya yang dilakukan, target IB sebanyak tujuh ribu dosis dapat tercapai pada bulan Oktober 2013. Meski demikian, hingga akhir Desember 2013 program tersebut tetap digiatkan sehingga realisasi IB melebihi target yang ditetapkan pada tahun 2013 di sentra ternak sapi yang ada di kabupaten itu. IB juga sebagai upaya dalam menggenjot hasil produksi dan kualitas daging sapi khususnya di kabupaten itu sehingga upaya mewujudkan swasembada daging pada tahun 2014 dapat tercapai. Pemkab setempat melalui dinas terkait juga telah dan terus melakukan berbagai langkah atau upaya untuk mewujudkan tekad itu, seperti menggiatkan sosialisasi serta penyuluhan ke peternak, khususnya tatacara pengembangbiakan sapi potong yang baik dan benar. Data Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perkebunan setempat menyebutkan, populasi sapi potong saat ini di kabupaten itu sekitar 85.000 ekor, dengan jumlah peternak 36.000 kepala keluarga (KK). Peternak sapi potong tersebar di 15 kecamatan yang ada. Populasi terbanyak di Kecamatan Lengayang sekitar 16.000 ekor diikuti Bayang sekitar 14.000 ekor. Jenis sapi yang dikembangkan peternak sebanyak 60 persen sapi lokal dan 40 persen hasil perkawinan silang, dengan produksi daging tujuh juta-an kilogram per tahun. (*/jun/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026