Logo Header Antaranews Sumbar

Laka maut beruntun di Bukittinggi, Kasatlantas tegaskan tingkatkan kewaspadaan

Senin, 25 Agustus 2025 14:43 WIB
Image Print
Puluhan kendaraan yang diamankan Satlantas Polresta Bukittinggi terkait kecelakaan lalu lintas. Kasus kecelakaan di wilayah hukum Polresta Bukittinggi meningkat dengan tiga antaranya terjadi berurutan di tiga hari terakhir dengan tiga korban meninggal dunia. ANTARA/Al Fatah

Bukittinggi (ANTARA) - Tiga kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di wilayah hukum Polresta Bukittinggi terjadi berurutan dalam waktu tiga hari. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan berkendara.

"Kami tegaskan kembali imbauan kepada seluruh masyarakat untuk kewaspadaan berkendara. Untuk orangtua diminta mendisiplinkan anak-anaknya," kata Kasatlantas Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Irsyad, Senin.

Ia mengungkap tiga kecelakaan berujung korban meninggal dunia itu terjadi berurutan pada Jumat, Sabtu dan Minggu di lokasi berbeda.

"Laka pertama di daerah Gurun Panjang dengan korban pelajar, laka kedua di Pasar Lasi dengan korban pejalan kaki dengan pengendara juga pelajar, terakhir pemotor usia 21 tahun di Jalan Sukarno Hatta," kata Kasatlantas.

Kasat menyebut angka keterlibatan kecelakaan di wilayah hukum Polresta Bukittinggi masih didominasi oleh kalangan anak muda.

Untuk mengurangi kejadian kecelakaan berlalu lintas dikalangan anak muda, pihaknya telah secara gencar melakukan kampanye peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga keselamatan dalam berkendara.

"Program peningkatan kepatuhan pembayaran kewajiban pemilik kendaraan bermotor. Kami juga bekerja sama dengan pihak kampus dan sekolah untuk sosialisasi keselamatan berkendara," kata Kasatlantas.

Ia berharap partisipasi aktif seluruh pihak untuk antisipasi kecelakaan maupun mengurangi fatalitas kecelakaan.

"Penting kerjasama semua pihak, tidak semua jalur lalu lintas bisa kami pantau saat terjadi pelanggaran. Penggunaan helm standar salah satu contoh pelanggaran terbanyak, padahal tujuan utamanya keselamatan," katanya.

Ia mengharapkan khusus kepada orang tua agar dapat mengawasi anak-anaknya untuk tidak mengendari sepeda motor jika belum memenuhi syarat dan aturan.

"Aktivitas balap liar jangan sampai kalangan muda terlibat, baik sebagai penonton apalagi pebalapnya. Kami rutin melakukan tindakan aksi yang meresahkan ini," pungkasnya.

Kasubnit Gakkum Laka Satlantas Polresta Bukittinggi, Ipda Romi Edward menambahkan secara keseluruhan di Agustus 2025 terjadi 20 kasus laka lantas.

"Dalam seminggu terakhir ada lima kasus dengan tiga antaranya berurutan. Pengemudi laka terakhir identitasnya sudah didapatkan, kami minta segera lapor ke Polresta Bukittinggi," katanya.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026