
Alonso Beri Deja Vu pada Prancis

Madrid, (ANTARA/AFP) - Setelah menaklukkan Prancis dengan dua golnya saat menang 2-0 di perempat final Piala Eropa 2012, Xabi Alonso akan kembali mengancam Les Bleus ketika kedua tim memperbarui pasukannya untuk kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung Selasa. Gelandang 30 tahun ini mencetak gol melalui sundulan menyambut umpan silang Jordi Alba dan dari eksekusi penalti untuk menyingkirkan Prancis di Donetsk, dan meski sejak saat itu ia belum mencetak gol lagi, reputasi Alonso tidak bergantung pada talentanya sebagai pencetak gol. Pelatih Spanyol Vicente del Bosque mengatakan Alonso "bukan hanya perebut bola, namun pemain yang mampu bergerak ke depan," dan itu adalah perannya sebagai pengatur permainan di posisi gelandang bertahan di mana ia merupakan pusat dari permainan timnya. Apakah itu operan pendek atau operan panjang, operan ke kaki atau umpan daerah, mantan pemain Liverpool ini memiliki suplai senjata yang tidak ada habisnya di "gudang senjatanya." Seringkali dirinya menjadi dasar dari serangan-serangan Real Madrid yang terjadi terjadi ketika bola berhasil mereka rebut. Dan Alonso, bersama Cristiano Ronaldo, merupakan pemain-pemain Real yang harus dimatikan untuk pertama kalinya oleh para pesaing di Liga Spanyol saat menghadapi juara Spanyol ini. Bukan merupakan kejutan bahwa Alonso merupakan pemain peringkat ketiga terbanyak yang paling banyak dimainkan oleh pelatih Real Jose Mourinho, setelah kiper Iker Casillas dan Ronaldo. Selain ketika hanya bermain sebanyak 57 menit ketika Real menang 5-1 atas Deportivo La Coruna pada bulan lalu, gelandang ini - pemain pilihan pertama Real sejak 2009 - tidak pernah absen membela timnya pada musim ini. Pria Basque ini merupakan komponen penyeimbang di tim nasional, di mana hanya Casillas, Xavi, dan mantan kiper Andoni Zubizareta yang memiliki catatan penampilan yang lebih baik dari dirinya. Alonso sendiri telah bermain 105 kali bagi timnas Spanyol. Bersama Spanyol, Alonso sering diduetkan bersama Sergio Busquets, yang merupakan rival langsungnya di Barcelona. Pasangan ini telah mendapat kritik dari para pengamat yang yakin bahwa gaya permainan kedua pemain ini terlalu mirip untuk disandingkan satu sama lain, namun pada Selasa hal itu tidak akan menjadi masalah. Dengan dua bek tengah, Gerard Pique dan Carles Puyol, yang cedera, Busquets berpeluang mengisi satu posisi di jantung pertahanan bersama pemain Real Sergio Ramos, di mana pada Jumat ia menjalani peran itu dengan cukup baik saat Spanyol menang 4-0 atas Belarus. Melawan Prancis, Alonso akan berbagi tanggung jawab dengan Xavi, konduktor sesungguhnya pada orkestra Spanyol. Di saat pemain Barcelona itu mengincar lubang-lubang pada pertahanan lawan dengan umpan-umpan pendek menyisir tanah, Alonso bertugas untuk memenangi penguasaan bola dan mengubah ritme Spanyol dari bertahan menjadi menyerang melalui umpan-umpannya posisi agak ke belakang. Satu pemain yang mungkin dapat mengganggu Alonso di Vicente Calderon adalah Yohan Cabaye, yang gagal menandingi pemain Real itu pada pertemuan terakhir mereka di Ukraina. Untuk melakukannya, pemain Newcastle United dan rekan-rekan setimnya harus terus bermain menekan dan berharap dua pilar Spanyol itu - Xavi dan Xabi Alonso - dapat ditaklukkan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
