Logo Header Antaranews Sumbar

Oposisi Parlemen Jerman Peringatkan Pembantaian di Gaza

Selasa, 20 November 2012 07:41 WIB
Image Print

Berlin, (ANTARA/IRNA-0ANA) - Seorang legislator Jerman dari partai oposisi The Left (Die Linke) telah memperingatkan pembantaian baru Israel di Gaza. Berpidato di depan aksi solidaritas pro-Gaza di Berlin pada Minggu, Annette Groth menyuarakan keprihatinan mendalam akan terulangnya serangan militer 2008/9 Israel di Gaza yang menewaskan dan melukai ribuan orang, di antaranya banyak wanita dan anak-anak. Dia mendesak gencatan senjata segera diterapkan dalam konflik Gaza. Groth menuduh rezim Zionis memperalat agresi militer Gaza untuk tujuan pemilu. Dia juga mengecam ekspor senjata Jerman ke Israel sebagai 'tidak dapat diterima'. Ribuan orang berdemonstrasi di Kreuzberg, kawasan Berlin yang dominan warga Arab dan Turki pada Minggu, menyuarakan kemarahan atas kekejaman tentara negara Yahudi itu yang sedang berlangsung di Gaza. Jerman telah menjadi tempat berbagai protes-protes anti-Israel selama beberapa hari terakhir ini. Menurut laporan AFP, satu keluarga Palestina terdiri empat orang tewas dalam serangan Israel Senin, sementara dua bersaudara lainnya meninggal pada hari paling berdarah dalam serangan Gaza, menjadikan total kematian gempuran enam hari mencapai 110 orang. Serangan-serangan terbaru itu menjadikan 32 jumlah warga Palestina tewas pada Senin, dengan ofensif hari itu termasuk terhadap Menara Pusat Media Shuruq di Kota Gaza - untuk kedua kalinya bangunan itu dijadikan target serangan - yang menewaskan satu orang. Sumber Jihad Islam mengatakan korban adalah Ramez Harb dan menjelaskan bahwa ia seorang senior komandan di sayap bersenjatanya, Brigade Al-Quds. Dalam insiden terbaru Senin, keluarga terdiri empat orang - termasuk dua balita, satu berumur empat tahun dan lainnya baru 18 bulan - tewas dalam serangan pada rumah di Gaza utara, desa Beit Lahiya, kata sumber-sumber medis. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026