
Perbatasan Kamboja-Thailand Tetap Normal Jelang Putusan ICJ

Kampong Speu, Kamboja, (Antara/Xinhua-0ANA) - Perbatasan Kamboja - Thailand tetap damai menjelang Mahkamah Internasional (ICJ) menjatuhkan vonis atas perbatasan yang disengketakan dekat kuil Preah Vihear pekan depan. "Situasi perbatasan adalah normal, baik warga sipil dan tentara kedua negara telah berhubungan satu sama lain seperti biasa," kata Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Tea Banh, Rabu, kepada wartawan setelah kunjungan ke Pusat Nasional untuk Pasukan Penjaga Perdamaian. "Kedua pemerintah kami telah berkomitmen untuk memelihara perdamaian, keamanan, kerja sama yang baik di sepanjang perbatasan terlepas dari apapun putusan ICJ mendatang," kata dia. "Apapun putusan ini, kami akan mematuhinya." Perdana Menteri Hun Sen mengatakan akhir bulan lalu bahwa negara nya akan terus menjaga keselamatan, keamanan dan perdamaian di sepanjang perbatasan dengan Thailand di biaya apapun. "Apapun keputusan ICJ pada 11 November, apakah akan mendukung Kamboja atau Thailand, kedua negara masih menempel pada sikap persahabatan dan kerja sama yang baik antara kedua pemerintah, kedua tentara dan kedua bangsa," katanya kata. ICJ akan mengumumkan keputusannya mengenai sengketa perbatasan antara Kamboja dan Thailand di sepanjang 4,6 km persegi tanah di dekat abad ke-11 Preah Vihear pada 11 November setelah Kamboja membawa kasus ini ke pengadilan pada bulan April 2011. ICJ memberikan candi itu kepada Kamboja dan sekitarnya pada 15 Juni 1962, namun Thailand mengklaim kepemilikan tanah 4,6 kilometer persegi berupa semak-belukar di sebelah kuil pada tahun 2008. Candi ini telah menjadi titik nyala konflik perbatasan antara kedua negara sejak Juli 2008 setelah diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
