
PBB-Bank Dunia Dukung Aksi Bagi Kesehatan Perempuan di Sahel

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim, Rabu (6/11), menjanjikan 200 juta dolar AS untuk meningkatkan pendidikan anak perempuan dan kesehatan reproduksi perempuan di Wilayah Sahel, Afrika. Kim mengumumkan di Ibu Kota Niger, Niamey, Proyek Demografik dan Pemberdayaan Perempuan Sahel dengan nilai 200 juta dolar AD. Ia melakukan kunjungan ke wilayah tersebut bersama pemimpin dari lima organisasi internasional --PBB, Bank Dunia, Uni Afrika, Bank Pembangunan Afrika dan UnI Eropa. "Saat kami berusaha mengakhiri kemiskinan di seluruh dunia, kami mengetahui bahwa mendidik gadis remaja dan memberikan layanan kesehatan kepada perempuan akan menghasilkan kemakmuran yang lebih besar bukan hanya buat keluarga mereka masing-masing tapi juga buat seluruh ekonomi," kata Kim. Proyek tersebut adalah tanggapan atas "Seruan Aksi" dari Niger bagi peningkatan kesehatan ibu dan reproduksi serta pendidikan gadis remaja, kata Farhan haq, penjabat Wakil Juru Bicara PBB, dalam taklimat harian. Meskipun Niger dan sebagian besar negara di Wilayah Sahel telah mengurangi kematian anak secara mencolok dalam beberapa tahun belakangan, angka kematian ibu dan anak tetap tinggai, begitu juga dengan angka kesuburan, demikian satu pernyataan dari kantor juru bicara PBB tersebut. Gagasan itu bertujuan meningkatkan ketersediaan dan terjangkaunya komoditas kesehatan reproduksi, memperkuat pusat pelatihan khusus bagi layanan di daerah pedesaan, dan mengarahkan serta berbagi pengetahuan mengenai gagasan gadis remaja, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Itu adalah tambahan bagi komitmen Bank Dunia mengenai bantuan sebesar 150 juta dolar selama dua tahun ke depan buat program kesehatan ibu dan anak di Sahel, daerah gersang tepat di selatan Gurun Sahara --yang membentang di seluruh Afrika Utara. Saat peluncuran gagasan baru tersebut, Sekretaris Jenderal PBB mengatakan seruan itu bukan cuma mengenai angka, tapi itu juga mengenai orang. "Ketika perempuan dan anak gadis memiliki alat untuk membentuk masa depan mereka, mereka akan memajukan pembangunan buat semua." Pemimpin PBB itu menggaris-bawahi pentingnya untuk bukan hanya melakukan tindakan guna mendukung kaum perempuan, tapi juga mengubah kerangka berfikir. "Bantu kami menciptakan kondisi tempat putri anda semua, saudari anda semua dan istri anda semua memiliki kesetaraan penuh. Bantu kami menciptakan masyarakat tempat perempuan tak pernah merasa takut terhadap kekerasan di tangan pria. Bantu kami menciptakan keluarga tempat para ibu dan ayah memutuskan bersama bagaimana mereka ingin anak mereka nantinya. Waktu untuk melakukan itu adalah sekarang," kata Ban di dalam kunjungan keduanya ke Afrika bersama pemimpin Bank Dunia. Niger adalah persinggahan kedua dalam kunjungan pemimpin pembangunan tersebut ke Wilayah Sahel, yang dimulai di Mali. Meeka akan dijadwalkan mengunjungi Burkina Faso dan Chad. Pada Mei, Ban dan Kim mengunjungi Wilayah Danau Raya Afrika, dan memusatkan perhatian mereka padan peningkatan perdamaian dan pembangunan.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
