Logo Header Antaranews Sumbar

BGN sasar sosialisasi dan edukasi MBG ke masyarakat di Kamang Magek

Minggu, 15 Juni 2025 16:53 WIB
Image Print
Sosialisasi MBG di Kamang Magek, Kabupaten Agam, Jumat,(13/6). (ANTARA- Dok.BGN).

Padang (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama mitra kerja, Badan Gizi Nasional (BGN) terus mengebut sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Sumatera Barat.

“Sosialisasi ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah, dalam meningkatkan asupan gizi dan mengurangi stunting di masyarakat,” kata anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama, di Padang, Minggu.

Ia mengatakan program makan gratis dalam sebagai langkah nyata pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga sosialisasi terus dilakukan, termasuk ke Kamang Magek pada Jumat (13/6) lalu.

“Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis merupakan penjamin kesehatan, pertumbuhan anak, mendukung ketahanan pangan dan pertanian lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya upaya presiden menyediakan pemenuhan gizi, merupakan investasi strategis pemerintah di bidang human capital, yang akan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini Indonesia dan 139 negara lainnya, bersama-sama sedang mengatasi permasalahan pemenuhan gizi melalui bantuan makanan bergizi di sekolah,” sebutnya.

Badan Gizi Nasional memiliki peran penting, dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029, khususnya dalam mendukung program MBG dan target penurunan stunting.

BGN bertindak sebagai koordinator Program MBG, dan berperan dalam memastikan pemenuhan gizi masyarakat melalui berbagai intervensi.

“Saat ini telah beroperasi sebanyak tiga SPPG di Kabupaten Agam, yang berlokasi di Lubuk Basung, Sungai Pua dan Tilatang Kamang. Artinya butuh lebih banyak SPPG, agar dapat melayani total estimasi penerima manfaat,” katanya.

Acara sosialisasi juga dihadiri, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Arma Citra.

Ia mengatakan Dinkes Agam memberikan dukungan penuh terhadap BGN, dalam meningkatan edukasi gizi yang menjadi dasar penting dalam pembangunan kesehatan.

“Penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan seimbang, dan fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi balita, anak-anak, dan ibu hamil, serta perlunya penyuluhan yang komprehensif kepada seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Ia menyebut Dinas Kesehatan memiliki peran sentral dalam menjamin kualitas, keamanan, dan mutu produk makanan yang beredar di masyarakat.

Menurutnya gizi berkualitas adalah pola makan sehari-hari yang mengandung semua jenis zat gizi, dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air dalam jumlah yang cukup.

Selain itu juga sesuai dengan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan masing-masing.

‘Generasi sehat berkualitas adalah generasi yang tidak hanya memiliki kesehatan fisik yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan intelektual, sosial, dan emosional yang optimal. Mereka juga memiliki nilai-nilai moral dan karakter yang kuat, serta mampu berkontribusi positif pada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Promosi dan Edukasi Gizi BGN Adib Al-Fikry, mengedukasi masyarakat agar dapat mengetahui bahwa MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak, mendukung proses belajar, serta menurunkan angka stunting dan malnutrisi.

“Dengan informasi yang jelas, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program, memastikan kualitas makanan yang diberikan, serta menanamkan nilai-nilai pentingnya pola makan sehat dalam keluarga,” katanya.

Dukungan dan partisipasi masyarakat yang teredukasi, akan menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program MBG.

Ia juga mengajak masyarakat yang berminat menjadi mitra dalam program MBG, mengikuti alur kemitraan yang telah ditetapkan yaitu melalui portal resmi BGN www.mitra.bgn.go.id, tanpa ada pungutan biaya.

“Tujuan Program MBG yakni untuk memberikan akses makan bergizi kepada anak usia sekolah, ibu hamil & menyusui juga balita. Menekan angka stunting dan gizi buruk. Meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar. Memberdayakan pelaku usaha lokal,” jelasnya.

Harapan dengan diadakannya program makan bergizi gratis ini, yaitu peningkatan akses makanan bergizi, peningkatan pengetahuan gizi dan peningkatan pola makan sehat menuju Indonesia EMAS di tahun 2045.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026