Logo Header Antaranews Sumbar

1.100 Personel Polisi Amankan Mogok Nasional

Senin, 28 Oktober 2013 13:21 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Sebanyak 1.100 personel polisi dikerahkan ke seluruh kepolisian daerah untuk mengamankan aksi mogok nasional diikuti oleh tiga juta buruh dari berbagai daerah di Indonesia pada 31 Oktober hingga 1 November 2013. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya membantu pengamanan dalam bentuk satuan tugas (satgas) dengan menyiapkan 1.100 anggota polisi dari Brimob, SSK, Bareskrim, Baharkam, Intelkam, Kedokteran hingga Kesehatan. "Kalau ada Polda yang membutuhkan bantuan, kita akan kirimkan pasukan dengan sistem Polda tetangga yang tidak rawan (aksi demonstrasi), maka ia harus mengirimkan pasukan langsung," katanya. Menurut Ronny, bantuan yang bersifat kondisional itu juga diberlakukan untuk semua satuan, termasuk di tingkat Polsek. Pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi jika aksi buruh itu berujung ricuh. Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan penindakan tegas jika dalam aksinya para buruh melakukan aksi anarkis seperti merusak fasilitas umum atau memblokir jalan. "Prosedur tetap (protap) atas penindakan aksi anarkis sudah diatur dan kita melakukan penindakan tegas seperti blokir jalan, tol, dan lain-lain. Jadi diharapkan mogok nasional itu kegiatannya damai," ujarnya. Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memperkirakan aksi mogok kerja nasional akan diikuti oleh tiga juta buruh dari berbagai daerah di Indonesia pada 31 Oktober hingga 1 November 2013. "Rencananya mereka (buruh) akan menghentikan produksinya, termasuk aktivitas di pelabuhan-pelabuhan yang akan tergangu pada mogok kerja kali ini," kata Presiden KSPI Said Iqbal. Said mengatakan sejumlah provinsi dan kabupaten/kota yang akan bergerak mogok nasional di antaranya Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur. Menurutnya, tujuan aksi berada di kawasan industri, di antaranya Kawasan Industri Pulogadung, Sunter, KBN Cakung, Tanjung Priok. "Khusus di Bekasi akan diikuti 500 ribu buruh, meliputi kawasan Delta Silicon, Ejip Cikarang,Tambun-Karawang, Lippo Cikarang,MM 2100 Cibitung, dan 11 kawasan industri Karawang, Purwakarta, Subang, dan Medan," katanya. Sementara Serikat Pekerja yang akan mengikuti mogok nasional ini adalah, KSPI, Sekber Buruh, GSBI, KSN, FSBI, SPTSK, Opsi, Spin, SBSI Mochtar Pahpahan, SBSI 92, FBLP, KSBSI (Lomenik), KSPSI (Lem, Farkes, Pewarta), FSPMI, FSP-Kep, FSP-Farkes Reformasi, FSPPPMI, FSP-Par-Reformasi, FSP-ISI, Aspek Indonesia, FSBTPI, KASBI Progresif, dan aliansi serikat pekerja di daerah seluruh Indonesia. Adapun tuntutan mogok nasional 2013 meliputi kenaikan upah minimum 2014 sebesar 50 persen. "Buruh menuntut perhitungan upah minimum mengunakan 84 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL)," katanya. Buruh juga menuntut realisasi jaminan kesehatan seluruh rakyat per 1 Januari 2014, penghapusan outsourcing termasuk di BUMN, segera sahkan RUU PRT, Cabut Inpres No 9 Tahun 2013. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026