Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Sawit Riau Naik Rp10,25/Kg

Selasa, 22 Oktober 2013 13:37 WIB
Image Print
Kelapa sawit. (Antara)

Pekanbaru, (Antara) - Harga tandan buah segar sawit (TBS) Riau untuk umur sepuluh tahun ke atas periode seminggu ke depan tercatat sebesar Rp1.732,42/kg atau naik sebesar Rp10,25 dibandingkan harga seminggu lalu yakni tercatat sebesar Rp1.722,17/kg. "Kenaikan harga TBS sawit Riau tersebut antara lain dipengaruhi oleh faktor internal naiknya harga CPO dan kernel dari sejumlah perusahaan data," kata Sekretaris pelaksana tim penetapaan harga TBS CPO, Riau Rina Rosdiana di Pekanbaru, Selasa. Rina menyebutkan, sejumlah perusahaan sumber data yang menyumbangkan kenaikan harga CPO Riau yakni PT Asian Agri tercatat naik sebesar Rp70,80/kg. PT PN V mengalami kenaikan sebesar Rp31,43/kg. Berikutnya dari PT Sinar Mas naik sebesar Rp40,09/kg, PT Astra Agro Lestari naik Rp39,40/kg akan tetapi dari PT Citra Riau Sarana justru mengalami penurunan harga sebesar Rp16/kg. Sementara itu untuk harga kernel PT Sinar Mas mengalami kenaikan sebesar Rp18,06/kg. PT Astra Agro Lestari justru mengalami penurunan sebesar Rp44,25/kg dan PT Asian Agri naik sebesar Rp15,64/kg. Begitupula dengan PT Citra Riau sarana naik sebesar Rp15/kg. Sementara itu untuk volume CPO lokal Riau sebaliknya mengalami kenaikan dari seminggu sebelumnya yang tercatat sebesar 15.671.284. Untuk volume kernel tercatat sebanyak 4.371.589. Berdasarkan berita acara hasil rapat tim penetapan harga TBS CPO Riau untuk seminggu ke depan tercatat untuk umur sembilan tahun sebesar Rp1.684,91/kg, umur delapan tahun Rp1.633,10/kg, umur tujuh tahun Rp1.583,79/kg, dan enam tahun sebesar Rp1.525,27/kg. Sesuai validasi data dari sumber data validasi tahap pertama untuk suplai data prhitungan indeks "K" Provinsi Riau , maka perusahaan yang tidak ada penjualan CPO, harga CPO digunakan harga lelang KPB PTPN atau lelang PT Astra atau data yang bisa dipertanggungjawabkan. Sedangkan untuk perusahaan yang tidak mengirimkan data, komponen indeks K yaitu biaya pemasaran, angkut dan olah dan penyusutan diambil dari rata-rata data yang ada sebagai bahan data pada tingkat validasi pertama. Selain itu, perhitungan indeks K provinsi, harga CPO dan kernel untuk menghitung harga tandan buah segar CPO seluruhnya dilakukan penghitungan tertimbang terhadap bobot/volume CPO. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026