
Distan : Produksi Beras Pasaman Melebihi Kebutuhan Masyarakat

Lubuk Sikaping, Sumbar, (Antara) - Produksi beras petani lokal Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat melebihi kebutuhan masyarakat setempat sehingga tidak perlu pasokan dari luar, kata Kepala Dinas Pertanian setempat Yuspi, Rabu."Berkaca pada 2012 surplus hingga mencapai 228,7 ton, sedangkan kebutuhan beras di daerah penghasil ''Bareh Tapuih'' ini hanya sebanyak 120 ribu ton per tahun," ujarnya.Dia mengatakan, dengan kemampuan pengelolaan pangan di daerah Pasaman sehingga terjadi surplus beras Pada tahun lalu 96 ton lebih.Dengan begitu, Pasaman tak harus mendatangkan beras dari luar seperti daerah lainnya. Dia mengakui, saat ini ada kendala besar yang harus dihadapi pemerintah setempat dalam upaya peningkatan produksi beras ke depannya. Salah satunya keterbatasan lahan pertanian yang semakin hari semakin berkurang karena alih fungsi lahan."Terlebih areal pertanian berkurang karena adanya alih fungsi lahan menjadi kolam ikan, dan kebun palawija," katanya.Menurut dia, alih fungsi lahan sawah secara sporadis butuh perhatian serius agar tak tergerus atas nama keuntungan ekonomi sesaat sehingga menyebabkan lahan pertanian semakin sempit dan terbatas."Kondisi ini perlu diantisipasi dan dicarikan solusi agar lahan pertanian sawah tetap produktif dan tidak beralif fungsi lagi, ujarnya.Salah satu cara yang tepat dalam mengatasi persoalan ini dengan melakukan revitalisasi pertanian.Untuk itu, de depan, pihaknya akan menggenjot produksi beras di beberapa kecamatan yang potensial dan paling banyak menghasilkan beras.Disamping itu, juga melakukan pembinaan kelompok-kelompok tani dengan memberikan penyuluhan, misalnya cara memilih benih padi yang baik serta metode sistem tanam padi yang tepat."Peran penyuluh akan kita tingkatkan untuk membina para petani melalui Keltan yang tersebar di 12 kecamatan," ujarnya. (**/zik)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
