Logo Header Antaranews Sumbar

Jepang, Korea Utara Bicarakan Penculikan dan Peluru Kendali

Jumat, 16 November 2012 22:03 WIB
Image Print

Ulan Bator (ANTARA/AFP) - Diplomat kawakan Jepang dan Korea Utara pada Jumat memulai kembali perundingan "berat", dengan Tokyo diperkirakan menekan Pyongyang menyangkut penculikan warga Jepang dan program senjatanya. Perunding Jepang Shinsuke Sugiyma mengatakan kedua pihak melakukan perundingan "sungguh-sungguh" pada Kamis di ibu kota Mongolia, Ulan Bator. "Kendatipun konsultasi itu sendiri bukan satu masalah yang mudah, kedua pihak bertukar pikiran dengan tulus," kata Sugiyama kepada wartawan Jepang Kamis malam, setelah perundingan hampir tujuh jam. "Suasana pertemuan itu tidak tegang. Perundingan itu pada hakekatnya terbuka dan serius. Kami membicarakan masalah luas secara mendalam," kata Sugiyama. Perundingan langsung antara Sugiyama dan rekan Korutnya Song Il-Ho adalah pertemuan tingkat pejabat senior pertama antara kedua negara dalam empat tahun. Kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik dan lama terlibat permusuhan, dengan Tokyo mendesak Pyongyang menjelaskan tentang penculikan para warga Jepang pada masa lalu dan soal ambisi nuklirnya. Pada tahun 2002 Pyongyang mengaku para agennya menculik para warga Jepang pada tahun 1970-an dan 1980-an untuk melatih mata-matanya dalam bahasa dan adat istiadat Jepang. Korut menyatakan Jepang tidak menyelesaikan tanggung jawabnya atas agresinya semasa perang.Korut menuntut Jepang mmberikan ganti rugi dan menebus kesalahan. Salah satu dari masalah-masalah penting bagi pertemuan Jumat itu adalah apakah Korut akan tetap membuka pintu dan mengizinkan kedua pihak melanjutkan tukar pikiran lagi. kata media Jepang. Perundingan-perundingan itu dimungkinkan setelah pertukaran pandangan antara para diplomat tingkat menengah Jepang dan Korut di Beijing Agustus. Presiden Mongolia Elbegdorj Tsakhia mengemukakan kepada AFP di Ulan Bator ia senang kedua negara itu dapat bersama di negaranya. "Anda tahu Jepang, Korea Utara dan negarap-negara lain dapat datang untuk mendiskusikan masalah ini di negara Mongolia.Kami ingin membantu itu. Ini hanyalah tujuan kami. Kami gembira untuk menjadi tuan rumah pertemuan serupa ini Ulan Bator," katanya. Akan tetapi, media di Jepang memberitakan kemajuan penting kecil diharapkan karena pemilu di Jepang. Partai Demoratik Jepang yang dipimpin Perdana Menteri Yoshihiko Noda diperkirakan akan kalah dalam pemilu 16 Desember. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026