
Pembudidayaan Bunga Krisan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Solok

Arosuka, Sumbar, (ANTARA) - Pembudidayaan bunga krisan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terbukti meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah itu, kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Miharka Maria. Sejak tahun 2009, budi daya bunga krisan terus berkembang, bahkan saat ini sudah ada sekitar satu hektare lahan untuk pembudidayaan bunga tersebut, kata Miharka Maria di Arosuka, Sumbar, Senin. Menurut dia, pembudidayaan bunga krisan di daerah itu dimulai pada tahun 2007, namun pada awalnya belum berkembang karena petani yang mengelolanya belum mengetahui tata cara untuk pengembangannya. "Namun karena keuletan petani pada tahun 2009 budi daya bunga krisan mengalami perkembangan, terutama di dua nagari (desa adat), yaitu Aia Batumbuak, dan Batang Barus Kecamatan Gunung Talang," katanya. Dia menambahkan, saat ini pengelolaan bunga krisan tersebut dilakukan oleh empat kelompok tani dengan jumlah anggota antara 15 sampai sekitar 60 orang per kelompok. "Kami akan terus berupaya mendorong masyarakat agar pengembangan bunga krisan ini terus ditingkatkan, sehingga banyak petani yang bisa terlibat," katanya. Dia menyatakan, saat ini petani tersebut telah mengembangkan dua jenis, yaitu Krisan Pot dan Krisan Potong dengan total 48 warna. "Untuk jenis Krisan, kami sudah meiliki 30 warna, dan Krisan Potong 18 warna, dan ke depannya akan terus dikembangkan sehingga lebih banyak lagi warnanya" katanya. Sementara untuk pemasarannya, imbuh Maria, adalah ke kabupaten/kota di Sumbar seperti Padangpanjang, Padang, Bukittinggi dan Provinsi Riau dengan kisaran harga 10 hingga 12 ribu setiap batang. "Dari penjualan tersebut setidaknya bisa memperoleh keuntungan Rp15 juta - Rp20 juta dalam satu bulan bagi setiap kelompok," katanya. (*/lif/sun)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
