Logo Header Antaranews Sumbar

PBB Serukan Peningkatan Operasi Terhadap Gerilyawan Shebab

Selasa, 24 September 2013 18:48 WIB
Image Print

Jenewa, (Antara/AFP) - Wakil khusus PBB untuk Somalia pada Selasa menyerukan peningkatan usaha memerangi gerilyawan al-Shebab, yang mempunyai hubungan dengan Alqaida dan terlibat dalam serangan mematikan di pusat perbelanjaan di Kenya. "Pendekatan PBB dan saya pada Shebab di Somalia adalah kita harus meningkatkan operasi kita," kata Nicholas Kay kepada wartawan di Jenewa, "Itu harus melibatkan militer, tapi juga politik dan praktik. Untuk semua itu, kita perlu melipatgandakan usaha." Dengan mengatakan serangan terhadap mall Westgate di Nairobi menunjukkan "bahwa ancaman dari al-Shebab adalah internasional," kata Kay memohon masyarakat internasional untuk mengivestasi lebih banyak di negara Tanduk Afrika yaag dilanda puluhan tahun konflik itu. Para gerilyawan itu mengatakan serangan terhadap mall itu adalah satu jawaban pada kehadiran militer Kenya hampir dua tahun di Somalia untuk mendukung pemerintah yang didukung internasional itu. "Masyarakat internasional harus melipatgandakan, dan harus bekerja sama, mendukung pembangunan pasukan keamanan nasional Somalia," kata Kay. "Jumlah dana yang dibutuhkan bagi peningkatan usaha di Somalia sangat sedikit. Tetapi pengeluarannya akan sangat mahal." "Keamanan tetap tantangan nomor satu, mengendalikan dan mengalahkan al-Shebab adalah kunci bagi ini." Tetapi, Kay, yang diangkat menjadi utusan PBB untuk Somalia April lalu, mengatakan juga ada satu hal bagi optimisme bagi negara itu, yang telah dilanda perang oleh banyak panglima perang sejak ambruknya pemerintah pusat tahun 1991, tetapi sekarang sebagian besar tenang dan sedang melakukan pembangunan. "Kendatipun tragedi-tragedi ini dan walaupun pembunuhan-pembunuhan ini... di Somalia kita melihat saat ini kesempatan terbaik kita miliki bagi satu generasi untuk membantu negara kembali damai dan sejahtera," katanya. "Banyak tantangan masih harus diselesaikan tetapi ada banyak alasan bagi optimisme yang hati-hsti, kini telah ada satu pemerintah yang sah yang dipercaya dan diakui internasional di Somalia." (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026