
Mantan Pemeriksa Senjata PBB Puji Perkembangan di Suriah

Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - "Sungguh perkembangan positif" upaya awal untuk menyerahkan senjata kimia Suriah ke dalam pengawasan intenasional bergerak sesuai jadwal, kata mantan pemeriksa senjata PBB pada Ahad (22/9). "Sejauh ini, cukup baik," kata mantan pemeriksa senjata PBB Charles Duelfer kepada pembawa acara Fox News, Chris Wallace, Ahad, saat menjawab pertanyaan mengenai reaksi cepat oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pemerintah Bashar pada Jumat (20/9) memenuhi tenggat pertama dalam penyerahan pertama simpanan senjata kimia Suriah --yang disambut oleh Presiden AS Barack Obama sebagai kemajuan. Dalam beberapa pekan belakangan, Obama mengancam akan menyerang Suriah setelah dugaan penggunaan senjata kimia pada 21 Agustus, yang dikatakan AS telah menewaskan lebih dari 1.400 orang di pinggiran Damaskus, Ibu Kota Suriah. Namun AS mencapai kesepakatan dengan Rusia pada 14 September untuk menyerahkan senjata kimia Suriah kepada pengawasan internasional sehingga senjata itu dapat dimusnahkan. Kesepkatan tersebut menyelamatkan Suriah dari serangan militer yang diingini AS. "Dan ingat seberapa jauh kita telah bergerak hanya dalam waktu dua pekan. Dua pekan lalu, presiden berbicara mengenai serangan militer, sekalipun terbatas, untuk menangani senjata kimia Suriah," kata Duelfer, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin. "Kelihatannya Pemerintah Rusia telah menggulirkan bola ke depan dalam kasus ini," katanya. Ia menambahkan ia percaya Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang mulanya mengusulkan rencana pemeriksaan senjata kimia, adalah satu-satunya orang yang bisa mewujudkan kesepakatan. Namun sebagian pengeritik khawatir apakah Bashar akan terus menepati ucapannya. Merekan mengutip laporan bahwa dalam beberapa hari ketika AS mengancam akan melancarkan serangan militer, Suriah memindahkan simpanan senjatanya ke lokasi yang tak diketahui dalam upaya menyembunyikan senjata itu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
