
Wapres Instruksikan Pertamina Awasi Alokasi BBM Bersubsidi

Jakarta, (ANTARA) - Wakil Presiden Boediono menginstruksikan kepada Pertamina agar mengendalikan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum, khususnya menjelang akhir tahun agar tetap tersedia, mengingat saat itu ada sejumlah hari besar, yaitu Natal dan Tahun Baru. "Perlu ada langkah-langkah pengendalian penggunaan BBM bersubsidi di SPBU agar tidak melebihi kuota yang telah disepakati sebanyak 44 juta kilo liter tahun ini," kata Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat kepada pers di Kantor Wapres Jakarta, Rabu. Hal tersebut disampaikan seusai rapat koordinasi pengendalian BBM bersubsidi dipimpin Wakil Presiden Boediono yang juga diikuti Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, serta Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto. Dikatakan Yopie, Wapres minta kepada Pertamina untuk dapat menyalurkan secara ketat BBM bersubsidi serta memberi jatah dengan seksama kepada SPBU sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan. Diharapkan dengan memperketat dan mengawasi kuota yang telah ditetapkan maka kebutuhan BBM bersubsidi sampai akhir tahun bisa sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan sesuai APBN yang disepakati pemerintah dan DPR. "Wapres menginstruksikan dan setuju pengendalian BBM bersubsidi secara seksama dan penjatahan kepada SPBU agar jangan disalahgunakan dan harus dipatuhi secara ketat dan dijalankan dengan baik," kata Yopie. Masyarakat, kata Yopie, agar bisa memahami bahwa BBM bersubsidi memiliki jatah yang telah disepekati bersama antara pemerintah dan DPR, yang tidak bisa dilanggar. Dalam rapat tadi, katanya, Wapres juga minta kepada Pertamina untuk mengkaji SPBU yang tidak lagi menjual BBM bersubsidi, mengingat saat ini ada beberapa SPBU di daerah yang mulai menjual BBM nonsubsidi. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
