Logo Header Antaranews Sumbar

Pembayaran BLSM di Mentawai Terkendala Cuaca

Kamis, 19 September 2013 19:09 WIB
Image Print
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). (Antara)

Padang, (Antara) - Kondisi cuaca menjadi kendala bagi petugas PT. Pos Area II dalam pembayaran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kepulauan Mentawai sehingga proses pencairannya agak terlambat dibandingkan daerah lainnya. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Sumbar, dibuka Wakil Gubernur Muslim Kasim dengan mendatangkan pejabat dari kementerian terkait di Padang, Kamis. Kepala PT. POS Indonesia Area II (Sumbar-Riau-Kepri) Suhatman menyampaikan kondisi geografis wilayah menjadi hambatan di daerah kepulauan itu, karena saat cuasa buruk sulit transportasi. Bahkan, petugas ingin menyewa kapal milik masyarakat setempat tak satupun yang karena cuaca tak mendukung tersebut. Namun, syukur sejak dua hari terakhir sebagian Rumah Tangga Sasaran (RTS) pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sudah terjangkau dan datanya penyaluran sudah di entri. Perkembangan realisasi pembayaran BLSM untuk Kepulauan Mentawai pada tahap II sudah masuk ke situs resmi PT. Pos dan ke depan jumlahnya akan bertambah. "Sudah menjadi komitmen bagi petugas PT. Pos akan menurunkan tim untuk menjangkau komunitas-komunitas yang sulit dijangkau wilayahnya dan hal ini dibutuhkan dukungan dari perangkat lurah, desa dan nagari (desa adat, red)," katanya. Jadi, bagi masyarakat yang jauh jangkauan akses ke outlet dan kantor Pos, maka petugas yang membayarkan langsung ke tempat domisili RTS tersebut. Ia menyebutkan, realisasi pembayaran BLSM untuk tahap I di 19 kabupaten/kota senilai Rp78,51 miliar dengan jumlah RTS sebanyak dari alokasi dana RP82,62 miliar atau daya serapnya mencapai 95,02 persen. Jika dilihat penerimanya sudah sebanyak 261.707 RTS dari alokasi tercatat 275.431 RTS dan masih tersisa 13.724 sampai posisi akhir Agustud 2013. Sedangkan realisasi pembayaran untuk alokasi BLSM tahap II sampai 16 September 2013 sebesar Rp58,49 miliar atau daya serapnya 73,04 persen dengan 194.990 RTS. Sedangkan alokasi tahap II senilai Rp80,08 miliar dengan 266.960 RTS, maka tersisa 71.970 RTS. "Berdasarkan ketentuan dari pemerintah pusat pembayaran BLSM batas akhirnya sampai 2 Desember mendatang. Termasuk adanya KPS yang diganti penerimanya," ujarnya. Ia menjelaskan, posisi terakhir KPS untuk Sumbar yang dikembalikan ke Kemensos 8.752 kartu, karena disebabkan belbagai faktor di antaranya alamat RTS yang tercantum tidak ditemukan dan dikenal pihak dan ada juga warga yang semulanya namanya masuk tetapi mengembalikan. Namun, dari jumlah yang dikembalikan dalam artian ada penggantinya dialokasikan kembali untuk Sumbar sebanyak 7.416 KPS, maka pembayarannya nanti kaligus tahap I dengan tahap II. "Kita sudah mendapatkan alokasi pengganti tersebut, maka KPS yang retur atau alokasi dananya sempat ditutup sementara. Maka setelah ada ditetapkan RTS akan dibuka, artinya dana masih tersedia," ujarnya. (*/sir/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026