Logo Header Antaranews Sumbar

NBC: Presiden Iran Puji "Positif" Pendekatan Obama

Kamis, 19 September 2013 12:39 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Presiden baru Iran Hassan Rowhani Rabu memuji mitranya dari Amerika Serikat Presiden Barack Obama mengambil sikap pendekatan "positif" dalam pertukaran surat. "Dari sudut pandang saya, nada surat itu positif dan konstruktif," kata Rowhani kepada NBC News menjelang kunjungan ke sidang Majelis Umum PBB di New York. "Ini bisa menjadi langkah halus dan kecil untuk masa depan yang sangat penting," kata Rowhani, menurut situs jaringan AS. "Saya percaya para pemimpin di semua negara akan memikirkan kepentingan nasional mereka dan mereka tidak harus berada di bawah pengaruh kelompok penekan. Saya berharap untuk menyaksikan suasana seperti itu di masa depan," katanya seperti dikutip. NBC News, yang berencana menyiarkan wawancara itu Rabu, mengatakan Rowhani juga berjanji untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Rowhani, yang dianggap moderat di dalam ulama negara Iran, meraih kekuasaan dalam pemilihan Juni dengan janji-janji akan bekerja memperbaiki ekonomi bermasalah negaranya dan meredakan ketegangan dengan Barat. Amerika Serikat telah mempelopori pemberian sanksi-sanksi menyakitkan yang telah membuat perekonomian Iran tertatih-tatih atas kekhawatiran Barat dan Israel bahwa rezim Teheran sedang mengembangkansenjata nuklir. Iran telah lama bersikeras bahwa pekerjaan uraniumnya yang sensitif ditujukan untuk program sipil. Rowhani akan menghadapi pengawasan ketat ketika ia mengunjungi New York pekan depan untuk menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB. Obama telah berjanji untuk menguji kesempatan bagi diplomasi dengan Iran dan beberapa hari lalu mengungkapkan bahwa ia berkirim surat dengan Rowhani. Tetapi Gedung Putih telah mengecilkan spekulasi bahwa pemimpin AS dan Iran bisa mengadakan pertemuan bersejarah di New York. "Ada kesempatan di sini untuk diplomasi," kata Obama dalam satu wawancara Selasa dengan televisi Telemundo, jaringan berbahasa Spanyol. "Saya berharap Iran mengambil keuntungan dari itu. Ada indikasi bahwa Rowhani, presiden baru, adalah seseorang yang ingin membuka dialog dengan Barat dan dengan Amerika Serikat - dengan cara yang kita belum melihatnya di masa lalu. "Dan, jadi kita harus mengujinya," kata Obama. Setidaknya, Rowhani hampir pasti menjadi proyek citra yang berbedadi PBB dibanding pendahulunya Mahmoud Ahmadinejad, yang dikenal karenakecaman keras terhadap Israel dan mempertanyakan tentang Holocaust. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyebut Rowhani sebagai "serigala berbulu domba" dan mengancam aksi militer untuk mencegah bom nuklir Iran. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026