
Utusan: AS Masih Berharap Lakukan Pembicaraan dengan Taliban

Washington, (Antara/AFP) - Seorang utusan Amerika Serikat Senin mengatakan bahwa Washington masih berharap untuk berbicara langsung dengan Taliban guna mendukung kesepakatan damai Afghanistan, tetapi kelompok gerilyawan itu tampak enggan untuk melakukannya. Taliban membuka kantor di ibu kota Qatar, Doha pada Juni yang bertujuan untuk membuka pembicaraan dengan Amerika Serikat menjelang penarikan sebagian besar tentaranya tahun depan, tetapi diplomasi ini runtuh bahkan sebelum dimulai. "Kami masih ingin melakukan dialog, dialog yang akan melibatkan AS dan Taliban secara langsung, tetapi juga akan melibatkan pemerintah Afghanistan atau Dewan Perdamaian Tinggi," kata James Dobbins, wakil khusus AS mengenai Afghanistan dan Pakistan. "Kami tidak menyerahkan harapan. Kami terus berharap bahwa akan ada perkembangan positif di beberapa titik, tetapi kita tidak bisa memprediksi kapan," kata Dobbins, yang diharapkan untuk memimpin pihak AS dalam pembicaraan itu, kepada wartawan di Washington. "Taliban sekarang, dalam prakteknya, tidak mau terlibat denganAmerika Serikat, dengan Afghanistan, dengan siapa pun," katanya. Kantor Taliban di Doha ditata untuk dirinya sendiri sebagai kedutaan dari pemerintah Islam 1996-2001 di pengasingan, yang membuat marah Presiden Afghanistan Hamid Karzai yang kemudian menarik diri dari pembicaraan terpisah dengan Amerika Serikat pada 2014 pasca perjanjian keamanan. Pada gilirannya, Taliban menolak untuk berbicara dengan Karzai, menyebutnya sebagai boneka AS, meskipun Amerika Serikat berharap pemerintah Afghanistan memainkan peran utama dalam pembicaraan dengan Taliban. Dobbins menyalahkan "kesalahpahaman murni" ini berkaitan dengan alih peran kantor. Presiden Barack Obama telah berjanji kepada masyarakat AS yang lelah-perang untuk menarik pasukan tempurnya dari Afghanistan tahun depan, mengakhiri perang AS terpanjang yang diluncurkan setelah serangan 11 September 2001. Amerika Serikat telah menetapkan tujuan untuk menyelesaikan perjanjian keamanan dengan pemerintah Afghanistan bulan depan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
