
Persediaan Sapi Kurban Pesisir Selatan Cukup

Painan, (Antara) - Persediaan sapi untuk ternak kurban di Kabupaten Pesisir Selatan cukup hingga Hari Raya Idul Adha tahun 2013, demikian informasi dari Dinas Peternakan setempat. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Peternakan (Dispertaholbunnak) Pesisir Selatan, Marzukri di Painan, Sabtu, mengatakan bahwa sejumlah sentra produksi ternak yang ada di kabupaten itu masih memiliki banyak persediaan sapi potong, khususnya untuk kebutuhan kurban. Ia mengatakan bahwa dari persediaan yang ada saat ini diyakini sudah melebihi untuk kebutuhan sapi potong qurban bagi masyarakat dalam daerah (kabupaten). Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu daerah pemasok sapi potong untuk kurban bagi daerah lainnya di Sumbar, katanya. Ia menjelaskan bahwa perdagangan sapi, baik di dalam atau di luar daerah, terjadi sekitar 12.000 ekor per tahun. Khusus pada Hari Raya Idul Adha, rata-rata daerah itu memasok sekitar 8.000 - 9.000 ekor sapi qurban, beda dengan Idul Fitri hanya sekitar 6.000 - 8.000 ekor per tahun. "Untuk memudahkan mengetahui persediaan sapi, pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat terus melakukan pemantauan dan mengawasi perkembangan sapi hingga ke tingkat peternak di 15 kecamatan yang ada," katanya. Data Dinas Pertaholbunnak setempat menunjukan bahwa populasi sapi potong di kabupaten itu saat ini sebanyak 85.000 ekor, dengan jumlah peternak 36.000 kepala keluarga. Menurutnya, jenis sapi yang dikembangkan peternak dari jumlah yang ada sekitar 60 persen sapi lokal dan 40 persen hasil perkawinan silang. Dari jumlah itu populasi sapi terbanyak dari 15 kecamatan yang ada yakni di di Kecamatan Ranah Pesisir terdapat sekitar 17.816 ekor. Disusul Kecamatan Lengayang dengan populasi sebanyak 14.391 ekor, Sutera sebanyak 12.622 ekor dan Kecamatan Bayang sebanyak 12.215 ekor dengan total rumah tangga pemelihara ternak sapi mencapai 33.578 keluarga. Produksi daging sapi mencapai 1.200 ton per tahun. Saat ini perkembangan ilmu genetika di kabupaten itu telah menyentuh ke lapisan masyarakat terutama peternak. Dengan ilmu genetik, indukan sapi lokal dilakukan kawin suntik dengan sapi luar seperti sapi Bali dan sebagainya, katanya. Dalam meningkatkan produksi daging sapi, pemkab setempat melalui dinas terkait sudah dan terus melakukan berbagai langkah atau upaya, seperti menggiatkan sosialisasi serta penyuluhan ke peternak, khususnya tata cara pengembangbiakan sapi potong yang baik dan benar. Pemkab juga berupaya melakukan pengembangbiakan dengan kawin suntik atau yang lebih dikenal dengan inseminasi buatan (IB), jelasnya. (*/jun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
