
Jamaah Haji Diberikan Pembekalan Antisipasi MERS-CoV

Jakarta, (Antara) - Calon jamaah haji akan diberikan pembekalan mengenai virus korona Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) yang sedang menular di Arab Saudi sebagai langkah antisipasi. "Pesan tentang MERS-CoV akan dimasukkan pada 'welcome speaking' yang diberikan masing-masing KKP ketika jamaah masuk ke asrama haji. Pesan yang disampaikan berupa tips bagaimana menjaga kesehatan dan upaya menghindari tertular MERS-CoV. Juga telah disiapkan banner dan leaflet yang dapat dibaca pada saat jamaah baru datang sambil menunggu giliran pemeriksaan akhir," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya di Jakarta, Senin. Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) juga telah diminta untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada jamaah haji pada acara penyambutan, termasuk juga tentang antisipasi MERS-CoV. "Kami minta TKHI untuk menyampaikan tiga pesan yaitu anjuran untuk istirahat dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) selama di asrama dan selama haji, MERS-CoV serta anjuran istirahat/minum/makan yang cukup selama penerbangan untuk menghindari dehidrasi serta penggunaan masker di Arab Saudi bila diperlukan," papar Tjandra. Sebanyak 10 embarkasi telah menyatakan siap berangkat tanggal 10 yaitu Medan, Batam, Pondok Gede, Bekasi, Solo, Surabaya, Makasar, Mataram, Balikpapan dan Banjarmasin. Sementara itu, Tjandra mengungkapkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan kembali adanya tambahan empat kasus MERS-CoV pada Senin (9/9) siang dengan dua diantaranya meninggal dan dua kasus lainnya dalam perawatan ICU. Kementerian Kesehatan disebut Tjandra telah melakukan sosialisasi kepada seluruh unsur panitia penyelenggara ibadah haji embarkasi yang terdiri atas Kementerian Agama, asrama haji, Garuda Indonesia, Imigrasi, Bea Cukai, Angkasa Pura dan pihak terkait lainnya mengenai MERS-CoV. "Kami juga mendistribusikan leaflet kepada calon haji dan petugas berisi pesan-pesan bagaimana menjaga kesehatan dan upaya menghindari kemungkinan tertular MERS-CoV selama di Saudi Arabia. Kita juga memastikan agar peralatan pendukung seperti 'thermal scanner' dalam kondisi baik dan siap digunakan apabila nanti diperlukan," kata Tjandra. MERS-CoV merupakan jenis baru dari kelompok Coronavirus (Novel Corona Virus) yang pertama kali dilaporkan pada September 2012 di Arab Saudi. Virus SARS 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat akan tetapi berbeda dari virus MERS CoV dimana MERS-CoV merupakan penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan hingga berat. Gejalanya dari MERS-CoV adalah demam, batuk dan sesak nafas yang bersifat akut dan biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid (komplikasi). MERS-CoV juga belum memiliki vaksin untuk pencegahan, demikian juga pengobatan anti viral yang bersifat spesifik belum ada dan pengobatan yang dilakukan tergantung dari kondisi pasien. "Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehati (PHBS), menghindari kontak erat dengan penderita, menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etika batuk ketika sakit," kata Tjandra. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
