
Pemkot Padang buka peluang kirim tenaga kesehatan ke Jerman

Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian membuka peluang pengiriman tenaga kesehatan ke Jerman guna menekan angka pengangguran di kota itu.
"Permintaan tenaga kerja di Jerman cukup tinggi. Saat ini Jerman membutuhkan sekitar 400 ribu tenaga kesehatan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Ferri Erviyan Rinaldy di Padang, Rabu.
Ferri Erviyan mengatakan rencana pengiriman tenaga kesehatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Wakil Wali Kota Padang Ekos Albar ke Jerman beberapa waktu lalu.
Akan tetapi, kata Ferri, rencana pengiriman tenaga kesehatan tersebut masih terkendala bahasa. Sebab, tenaga kerja yang akan dikirim harus menguasai bahasa Jerman.
Ferri mengatakan sejauh ini kendala calon tenaga kerja yang akan dikirim hanya masalah bahasa. Sementara, untuk keahlian ia menyakini tenaga kesehatan asal Ranah Minang bisa bersaing dengan tenaga kesehatan lainnya.
"Jadi, kendala utama kita itu hanya bahasa. Sementara kalau untuk skill kita cukup mumpuni, buktinya mereka (Jerman) menawarkan," jelas dia.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengatakan Pemerintah Kota Padang akan menjajaki kerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) dalam hal pelatihan bahasa Jerman bagi calon tenaga kerja yang akan dikirim.
Selain dengan Unand, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian juga akan menjajaki kerja sama dengan balai vokasi di kota itu guna melatih calon tenaga kesehatan yang akan dikirim.
"Rencana kerja sama dengan Unand dan balai vokasi ini kita harapkan bisa melatih calon tenaga kesehatan yang terampil dalam penguasaan bahasa Jerman," ujarnya.
Secara umum berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian angka pengangguran di kota berjuluk "Kota Bengkuang" berjumlah 56.767 orang atau sekitar 11,69 persen.
Sebelum pandemi COVID-19 Kota Padang mencatat angka pengangguran berkisar di angka delapan persen. Kemudian angka itu naik saat pandemi menjadi 13 persen dan turun menjadi 11,69 persen pada 2022.
"Tahun 2023 ini kita upayakan lagi menekan angka pengangguran tersebut lewat berbagai upaya termasuk job fair," ujarnya.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
