
Dolar Menguat denganTanda-tanda Banyak Pertumbuhan

New York, (Antara/AFP) - Kurs dolar AS terdorong lebih tinggiuntuk kelima sesi berturut-turut pada Selasa (Rabu pagi WIB), dibantu tanda-tanda baru pertumbuhan kuat di Amerika Serikat dan dorongan lebih tinggi lainnya dalam imbal hasil obligasi dolar. Pada 21.00 GMT (Rabu 04.00 WIB), euro merosot menjadi 1,3170 dolar dari 1,3193 dolar pada Senin sore. Dolar naik menjadi 99,54 yen dari 99,34 yen, sementara euro naik tipis menjadi 131,14 yen dari 131,07 yen. Sebuah lonjakan dalam indeks pembelian manajer ISM untuk sektor manufaktur AS pada Agustus membantu menghasilkan lonjakan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS dan mendorong dolar bergairah (bullish). Lembaga riset The Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks pembelian manajer (PMI) untuk sektor manufaktur naik menjadi 55,7 pada Agustus dari 55,4 persen pada Juli, pada Juni indeks tercatat 50,9. Itu membantu mendorong imbal hasil pada obligasi negara AS bertenor 10-tahun menjadi 2,85 persen, dibandingkan dengan 2,75 persen pada Jumat (Senin adalah hari libur di pasar AS), sedangkan pada obligasi 30-tahun naik menjadi 3,78 persen dari 3,68 persen. "Hari ini angka ISM di AS lebih baik dari perkiraan, dan kurs AS terdorong lebih tinggi di seluruh kurva," kata Jens Nordvig dari Nomura. Dolar juga menemukan kekuatan karena pemimpin kunci Republik di Kongres AS memberikan dukungan mereka untuk rencana melakukan serangan hukuman terhadap Suriah, untuk dugaan penggunaan senjata kimia. Nordvig mengatakan bahwa imbal hasil obligasi negara AS dan dolar sedang didukung oleh meningkatkan keyakinan bahwa ekonom Larry Summers akan dicalonkan oleh Gedung Putih untuk menggantikan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke. Para analis dan investor memprediksi bahwa Summers akan lebih agresif dalam memotong kembali stimulus Fed untuk ekonomi daripada Bernanke. Pound Inggris naik menjadi 1,5556 dolar dari 1,5549 dolar, sementara dolar naik menjadi 0,9364 franc Swiss dari 0,9336 franc.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
