Logo Header Antaranews Sumbar

Sri Sultan: Yogyakarta Tak Sekadar Batik

Rabu, 4 September 2013 05:48 WIB
Image Print
Sri Sultan Hamengku Buwono X

Nanning, China, (Antara) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan kekayaan seni dan budaya Yogyakarta tidak sekadar batik, tetapi juga industri kreatif berbasis teknologi. Yogyakarta kini tengah melakukan konsolidasi seluruh ragam industri kreatif yang ada, untuk dikembangkan dan dikemas sesuai karakter seni budaya Yogyakarta berbasis teknologi, katanya, usai membuka Yogyakarta Sebagai Kota Pesona di Nanning, Provinsi Guangxi, China, Selasa. Yogyakarta ditetapkan sebagai Kota Pesona dalam pameran dan promosi perdagangan serta investasi China-ASEAN EXPO 2013, yang kali ini juga menandai 10 tahun kemitraan strategis ASEAN-China. Jadi, Yogyakarta tidak sekadar mengembangkan batik, dan kerajian tradisional saja, tetapi bagaimana semua potensi seni serta budaya yang ada dikembangkan berbasis IT, mengingat kita tidak bisa mengabaikan globalisasi yang menuntut kreativitas dan inovasi, tanpa meninggalkan identitas dan karakter khas Yogyakarta, tutur Sultan Hamengku Buwono X. Ia mengemukakan, Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki visi untuk menjadikan Yogyakarta sebagai Kota Seni dan Budaya. Kerajinan lokal seperti batik, wayang kulit, kayu ukir, sudah menjadi bagian dari kegiatan olah seni masyarakat Yogyakarta sejak jaman dulu. Hingga saat ini subsektor industri kreatif yang berkembang di Yogyakarta adalah subsektor kerajinan, fesyen, dan layanan Komputer & Piranti Lunak. Yogyakarta juga merupakan sebuah kota dengan tingkat pemahaman IT yang cukup baik, seperti FMIT yang didirikan pada September 2008 dengan tujuan untuk membangun Yogyakarta sebagai Cyber Province dengan pendorong utama industri kreatif yang berbasis IT. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026