Logo Header Antaranews Sumbar

Indonesia Harus Raih 45 Persen Emas Seag

Selasa, 3 September 2013 16:33 WIB
Image Print

Semarang, (Antara) - Tim pencak silat Indonesia harus bisa meraih 45 persen medali emas untuk keluar sebagai juara umum pada SEA Games 2013 di Myanmar, kata pelatih tim pencak silat pelatnas Indro Catur. "Kita memang menargetkan menjadi juara umum di SEA Games dan untuk bisa mewujudkan target itu maka kita harus bisa meraih 45 persen dari 15 medali emas yang diperebutkan di cabang olahraga ini," kata pelatih pelatnas asal Jawa Tengah tersebut ketika dihubungi dari Semarang, Selasa. Ia menyebutkan, pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara di Myanmar mendatang akan mempertandingkan 15 kelas tetapi masing-masing negara peserta hanya diberi kuota atlet untuk mengikuti 12 kelas yang dipertandingkan. "Mungkin kelas yang kita ikut ada yang berbeda dengan negara lain seperti Vietnam, Malaysia, atau tuan rumah Myanmar. Ini memang keputusan dari panitia penyelenggara," kata pelatih yang sukses mengantarkan tim pencak silat Indonesia menjadi juara umum Asian Beach Games (ABG) I di Bali, Oktober 2008. Indonesia telah menetapkan tim inti yang bakal diterjunkan pada SEA Games mendatang. Jumlah atletnya sebanyak 14 orang yang akan mengikuti nomor tanding (sembilan atlet) kemudian ditambah nomor seni (tunggal putra dan putri, serta beregu putra) sebanyak lima orang. Pesilat yang masuk tim inti adalah nomor tanding putra meliputi Awaludin (kelas A/Jatim), Johan (kelas B/Sulsel), M Adhan (kelas C/Sulteng), Sapto Purnomo (kelas D/Jateng), Alfriansyah (kelas E/Sumut), Ahmad Siregar (kelas F/Riau), dan Nyoman Artika (kelas H/Bali), sedangkan untuk putri adalah Wewe (kelas C/Jabar), serta Maryati (le;as F/NTB). Kemudian untuk nomor seni adalah I Gusti Ngurah Arya (tunggal putra), Dewa Arya Pratiwi (tunggal putri), serta Usman. Muhsin, dan I Made Alex (beregu putra). Ketika ditanya pesilat yang berpeluang meraih medali emas di Myanmar mendatang, dia mengatakan, semua pesilat yang saat ini menjalani pelatnas di Jakarta memiliki peluang yang sama untuk menjadi yang terbaik. "Saya kira semua memiliki peluang yang sama, tinggal bagaimana mereka tampil di lapangan saja. Saya kira pesaing kita tetap seperti dulu yaitu pesilat dari Vietnam dan Malaysia, tetapi kita juga jangan memandang ringan pesilat dari negara lain termasuk tuan rumah Myanmar," katanya. Apalagi, lanjut dia, sebanyak 31 pesilat Myanmar sejak sebulan yang lalu berlatih bersama-sama atlet pelatnas di Jakarta. Untuk pesilat yang nomor tanding hari ini atau Selasa kembali ke negaranya sedangkan mereka yang tampil di nomor seni berlatih di Indonesia sampai Oktober mendatang. Ketika ditanya apakah kehadiran pesilat Myanmar ini tidak merugikan tim nasional karena bisa mengintip kekuatan Indonesia, dia mengatakan, ini merupakan bagian dari timbal balik karena cabang ini sebelumnya tidak akan dimainkan di SEA Games 2013. Kemudian, lanjut dia, akhirnya dipertandingkan dengan imbal balik bahwa pesilat mereka bisa berlatih di Indonesia. "Saya kira semua tergantung kepada atlet yang bersangkutan di lapangan," katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026