Logo Header Antaranews Sumbar

Marzuki: DPR Hadapi Tantangan Berat

Kamis, 29 Agustus 2013 13:41 WIB
Image Print
Ketua DPR RI Marzuki Alie. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Ketua DPR RI Marzuki Alie mengakui DPR RI menghadapi tantangan berat di masa mendatang tapi tetap diharapkan dapat berbuat banyak dan positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. "DPR RI saat ini masih banyak mendapat kritik dari masyarakat, karena ada anggotanya yang terkait persoalan hukum," kata Marzuki Alie pada rapat paripurna peringatan ulang tahun ke-68 DPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis. Menurut Marzuki, pada peringatan ulang tahun ke-68 DPR RI, hendaknya menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas dinamika, kinerja, serta kiprah sebagai anggota lembaga legislatif yang merupakan cerminan representasi rakyat Indonesia. Pada usia DPR RI yang menjelang tujuh dasawarsa, menurut Marzuki, para anggota Dewan mestinya dapat menjaga fungsinya sebagai lembaga legislatif, sesuai dengan rencana strategis 2010-2014. Pada rencana strategis 2010-2014 tersebut menyebutkan, DPR mesti menjadi perwakilan yang kredibel dalam mengemban tanggung jawab mewujudkan masyarakat yang adil, dan makmur. "Kami memandang bahwa menjaga kepercayaan masyarakat sangat penting karena dapat memotivasi kerja wakil rakyat untuk bekerja lebih efektif, aspiratif, produktif, dan bertanggung jawab," kata Marzuki. Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso menilai, dari tiga fungsi yang DPR RI, fungsi pengawasan ternyata paling menonjol dibanding fungsi legislasi, dan anggaran. "Sejak reformasi hingga lima tahun kepemimpinan ini, yang paling menonjol adalah pengawasan. Ini luar biasa," ujarnya. Priyo menambahkan, dalam setiap rapat kerja dengan para menteri, semua komisi di DPR hampir pasti mengkritik rencana program dan kebijakan yang disampaikan pemerintah, sebagai bentuk pengawasan lembaga parlemen. Dari dua fungsi DPR lainnya, menurut Priyo, DPR RI ingin mewujudkan mimpinya dengan menampung dan berkonsentrasi penuh menyerap aspirasi rakyat. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026