Logo Header Antaranews Sumbar

Korban Ranjau Darat Kamboja Turun 36 Persen dalam Tujuh Bulan

Selasa, 27 Agustus 2013 14:02 WIB
Image Print

Phnom Penh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Kamboja melaporkan 74 korban ranjau darat dalam tujuh bulan pertama tahun ini, turun 36 persen dari 115 korban selama periode yang sama tahun lalu, kata Pusat Aksi Tambang Kamboja (CMAC) Selasa. Selama periode Januari-Juli tahun ini, 12 orang tewas dan 62 lainnya luka-luka, sementara pada periode yang sama tahun lalu, 25 orang tewas dan 90 lainnya terluka, menurut angka-angka. Dari tahun 1979 sampai Juli tahun ini, sekitar 19.674 orang tewas akibat ranjau darat dan 44.603 lainnya terluka, kata laporan itu. Kecelakaan terakhir terjadi pada 14 Agustus di Provinsi barat laut Preah Vihear, menewaskan enam petani ketika traktor buatan mereka menabrak sebuah ranjau anti-tank tua. Negara Asia Tenggara merupakan salah satu negara terburuk di dunia menderita ranjau darat. Diperkirakan empat hingga enam juta ranjau darat dan amunisi lainnya telah tersisa dari tiga dekade perang dan konflik internal yang berakhir pada tahun 1998. Heng Ratana, direktur jenderal CMAC, mengatakan sejauh ini, sekitar 3,1 juta ranjau darat dan perangkat peledak telah dimusnahkan dan dihancurkan, dan negara membutuhkan sekitar 50 juta dolar AS per tahun hingga 2020 untuk melenyapkan sepenuhnya semua jenis ranjau anti-personil. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026