Logo Header Antaranews Sumbar

Korea Utara Berniat Ekspor Masker Gas ke Suriah

Selasa, 27 Agustus 2013 13:15 WIB
Image Print

Tokyo, (Antara/AFP) - Korea Utara berusaha mengekspor masker gas ke Suriah namun disita di Turki bersama sejumlah senjata dan peluru, harian Jepang melaporkan Selasa, sementara AS mengancam melakukan tindakan sehubungan dengan tuduhan serangan dengan senjata kimia. Kapal berbendera Libia yang dikenal dengan nama Al En Ti Sar, meninggalkan Korea Utara untuk tujan Suriah awal tahun ini dengan membawa barang angkutan, kata harian Sankei shimbun, mengutip sumber-sumber militer AS, serta intel Jepang dan Korea Selatan. Militer AS yang mendapat informasi tersebut segera melacak keberadaan kapal tersebut bekerja sama dengan sejumlah negara --tulis harian yang dikenal kerap menurunkan liputan mengenai Korea Utara -- dalam laporan yang sangat rinci. Kapal itu berlayar dengan melalui Dardanelles di Turki pada 3 April dan segera dicari oleh pihak berwajib Turki yang mendapat petunjuk dari AS. Pihak berwajib di Turki menyita 1.400 senapan dan pistol, sekitar 30.000 peluru dan masker gas yang dapat digunakan untuk melindungi dari senjata kimia dari kapal tersebut, kata harian itu. AS berkeyakinan bahwa kapal tersebut berniat membongkar muatan di Turki dan mengirimnya melalui jalan darat ke rejim Presiden Bashar al-Assad, tulis Sankei Shimbun. Turki menahan nakhoda kapal dan akan menuntutnya setelah ia mengakui bahwa kapal itu dalam perjalanan dari Korea Utara mengangkut senjata untuk tujuan ke Suriah, lapor harian tersebut. Suriah sedang mendapat sanksi dari Uni Eropa, AS dan sekutunya yang melarang penjualan senjata ke negara itu. Korea Utara mendapat larangan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjual senjata di tengah kebangkitannya melakukan percobaan senjata nuklir. Jika terbukti maka Pyongyang akan mendapat tambahan sanksi berupa larangan pengapalan. Korea Utara dan Suriah memiliki hubungan militer selama beberapa tahun termasuk selama masa perang saudara di negara Timur Tengah. Selain itu juga terdapat laporan meluas mengenai bantuan Korea Utara kepada Suriah dalam membangun pembangkit nuklir yang dihancurkan oleh serangan bom Israel pada 2007. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026