
Menhut Puji Pusat Teknologi Industri Kehutanan RAPP

Pekanbaru, (Antara) - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memuji penerapan teknologi dalam pengembangan industri bubur kertas, dan kelapa sawit Royal Golden Eagle di kompleks PT Riau Andalan Pulp and Paper, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin. "Setelah saya melihat langsung, saya akui dengan tulus, orang yang membangun ini sangat canggih dan visioner. Saya juga pengusaha, mengerti soal industri manufaktur. Tapi, saya tidak sanggup kalau disuruh bikin apa yang sudah dibangun RAPP," kata Zulkifli Hasan. RGE merupakan induk dari perusahaan industri kehutanan RAPP dan perkebunan kelapa sawit Asian Agri. Dalam kunjungannya, Menhut berkeliling melihat proses rekayasa genetik bibit hingga penelitian tentang kertas RAPP. Ia mengaku sangat terkesan dan menyebut RTC ("RGE Technology Center") merupakan fasilitas penelitian kelas dunia untuk kehutanan, pulp, kertas dan minyak kelapa sawit. Pusat penelitian ini dirancang untuk aktifitas pengembangan satu atap yang efektif, terkontrol dan efisien. "Peran RAPP sangat luar biasa, dari Pelalawan dulunya merupakan kampung dengan jumlah penduduk sekitar 200 kepala keluarga, kini berkembang menjadi kabupaten dengan penduduk sekitar 68 ribu jiwa," katanya. Presiden Direktur RAPP Kusnan Rahmin mengatakan melalui pusat penelitian teknologi ini perusahaan mampu mengembangkan dan menghasilkan bibit tanaman akasia yang diakui kualitasnya oleh dunia internasional. Bahkan, ia mengatakan RAPP juga telah mengekspor benih ke China dan Malaysia. Menurut dia, RAPP memiliki pusat pembibitan yang terbaru di dalam lingkungan pabrik RAPP di Pangkalan Kerinci, dengan kapasitas bibit sebanyak 60 juta setiap tahunnya. Ditambah dengan pusat pembibitan di Pelalawan, Baserah dan satellite nursery, maka total bibit yang dihasilkan RAPP sekitar 200 juta bibit setiap tahun. "Kehadiran Grup RGE dan RAPP di Riau bertujuan untuk menjadi bagian dari masyarakat. Kami ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat," ujarnya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
