
BMKG: Terjadi 60 Gempa di Indonesia

Bandarlampung, (Antara) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa sejak Juni 2013 hingga 25 Agustus 2013, telah terjadi sedikitnya 60 kali gempa yang tercatat berpusat di sejumlah daerah berbeda di Indonesia. BMKG seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung, Yuharman, Senin, menyebutkan sebanyak 60 kali gempa yang tercatat itu berlangsung sejak 14 Juni hingga 25 Agustus 2013, dengan daerah sebaran gempa pada koordinat Lintang 6 derajat Lintang Utara (LU) hingga 11 derajat Lintang Selatan (LS), dan Bujur 142 derajat Bujur Timur (BT) hingga 94 derajat Bujur Timur (BT). Kekuatan getaran gempa itu, antara 1 skala Richter (SR) hingga 6,5 SR, dengan kedalaman antara 1 km hingga 1.000 km. Gempa terakhir yang tercatat terjadi di Indonesia adalah pada Minggu (25/8)--bukan Senin (26/8) seperti berita sebelumnya--pada pukul 11.00 WIB di 1.16 derajat LU dan 95.73 derajat BT, berkekuatan 5,6 SR dan kedalaman 10 km, di 166 km barat daya Kabupaten Semeulue Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Sebelumnya pada Sabtu (24/8) terjadi gempa pada pukul 19.04 WIB pada 3.18 derajat LS dan 102.08 derajat BT, berkekuatan 5,0 SR pada kedalaman 117 km, di 14 km timur laut Bengkulu Utara. Pada Jumat (23/8) terjadi dua kali gempa, yaitu pukul 05.37 WIB pada 4.94 derajat LS dan 102.94 derajat BT, berkekuatan 5,0 SR pada kedalaman 17 km, di 64 km barat daya Kaur Bengkulu, dan pukul 01.58 WIB pada 10.58 derajat LS dan 114.25 derajat BT, berkekuatan 5,4 SR, dengan kedalaman 10 km di 239 km Barat daya Denpasar Bali. Sehari usai peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 2013, BMKG juga mencatat adanya gempa pada pukul 04.08 WIB pada 2.88 derajat LU dan 128.38 derajat BT, berkekuatan 5,0 SR dengan kedalaman 207 km di 60 km barat laut Pulau Morotai Maluku Utara. Bersamaan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2013, terjadi pula dua kali gempa, yaitu pukul 14.53 WIB pada 2.29 derajat LS dan 139.1 derajat BT dengan kekuatan 5,3 SR, dengan kedalaman 10 km di 59 km tenggara Sarmi Papua, dan pukul 11.23 WIB pada 5.91 derajat LU dan 93.25 derajat BT dengan kekuatan 5,5 SR dengan kedalaman 10 km di 228 km barat laut Kota Sabang Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Khusus di Provinsi Lampung, BMKG mencatat adanya gempa bumi pada 7 Juli 2013, pukul 11.33 WIB pada 6.14 derajat LS dan 103.66 derajat BT dengan kekuatan 5,0 SR dan kedalaman 10 km, di 125 km barat daya Kabupaten Lampung Barat. Menurut BMKG, hampir semua gempa yang terjadi di Indonesia sampai saat ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
