Logo Header Antaranews Sumbar

Ekonom: Pertumbuhan Enam Persen Sulit Tercapai

Kamis, 22 Agustus 2013 15:53 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Ekonom OCBC NISP Gundy Cahyadi menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar enam persen pada akhir 2013 sulit tercapai, mengingat pada triwulan II 2013 pertumbuhan ekonomi tercatat hanya 5,8 persen. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri memang terlihat melambat dan pertumbuhan enam persen tampaknya sulit untuk dicapai pada tahun 2013 ini," ujar Gundy dalam "Market Update: Investment Prospect into 2014" di Jakarta, Kamis. Menurut Gundy, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2013 itu pula yang menjadi alasan diturunkannya estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2013 menjadi 5,9-6,0 persen (yoy) dari sebelumnya 6,3 persen (yoy). "Kontribusi investasi kepada pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2013 tercatat di level terendahnya sejak permulaan 2009 dan terus menurun di empat triwulan terakhir," kata Gundy. Per Juni 2013, kontribusi investasi berada di bawah angka 1,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sedangkan kontribusi terendah yaitu pada Juni 2009 yaitu sebesar 0,5 persen terhadap PDB. Gundy menuturkan satu-satunya faktor positif untuk potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam waktu dekat ini adalah kenyataan bahwa pertumbuhan konsumsi swasta masih stabil. "Pertumbuhan konsumsi swasta diprediksi akan mencapai sekitar lima persen di tahun 2013 ini," ujarnya. Namun, lanjut Gundy, memasuki 2014, perekonomian Indonesia secara fundamental dinilai masih sangat kuat kendati banyak guncangan baik dari internal maupun eksternal. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026