Logo Header Antaranews Sumbar

BRI Ajak TKI di Korsel Jadi Investor

Selasa, 13 Agustus 2013 04:38 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) mengajak tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan menjadi investor dengan penyediaan layanan pengelolaan investasi dana mereka. "BRI akan mendampingi para tenaga kerja Indonesia sejak mereka mempersiapkan keberangkatan ke Korea hingga nanti pulang ke Tanah Air setelah kontrak habis," kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhammad Ali dalam siaran pers BRI yang diterima di Jakarta, Senin. Bank BUMN itu menggelar acara halalbihalal masyarakat Indonesia se-Korsel di Incheon Sirip Dowon Sport Hall, Korea Selatan pada Minggu (11/8). Menurut Muhamad Ali, BRI serius memperhatikan nasib tenaga kerja Indonesia (TKI). Selain menyediakan layanan perbankan, BRI juga mendorong TKI menginvestasikan dananya setelah selesai kontrak kerja di luar negeri. Ali mengungkapkan BRI memberikan fasilitas dari hulu hingga ke hilir untuk TKI di Korea Selatan. Hal itu diwujudkan dengan menyiapkan tiga langkah di bidang finansial yang sekaligus menjadikan BRI sebagai penasehat keuangan bagi para TKI. "Ketiga langkah itu adalah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI, transfer uang secara real time online dari Korea dan membantu mengelola investasi dana mereka, kata Ali. BRI telah menyalurkan pembiayaan pemberangkatan kepada 3.900 TKI sejak tahun 2011 sebesar Rp37 miliar. BRI juga telah melayani pengiriman uang TKI ke dalam negeri melalui jasa BRIfast. "Untuk Korea Selatan, BRI telah bekerja sama dengan Industrial Bank of Korea (IBK) untuk pengiriman uang ke keluarga para TKI yang berada di seluruh Indonesia," ungkap Ali. Sedangkan untuk tabungan, perseroan menyediakan layanan Simpedes BRI, dengan berbagai fasilitas akan mempermudah para TKI maupun keluarga dalam melakukan transaksi seperti penarikan uang di lebih dari 9.000 unit kerja Bank BRI, transfer uang, pengecekan saldo dan lain sebagainnya. BRI juga mempersiapkan layanan bagi TKI yang sudah menjalankan usaha maupun yang akan menjadi pengusaha atau investor. Hal ini untuk mendorong agar TKI tidak menjadi konsumtif. "Di sini BRI mengambil peran sebagai penasehat keuangan bagi para TKI melalui pengelolaan dana investasi mereka, ujar Ali. Arahan ini, lanjutnya, dimulai sejak mereka bekerja di Korea Selatan, disarankan untuk menyisihkan sebagian gaji untuk ditabung di BRI. Setelah kontrak kerja mereka selesai, tabungan mereka akan dikelola menjadi investasi. "Pihak Kedutaan Besar Indonesia di Seoul meminta BRI memikirkan cara agar para TKI tidak konsumtif melainkan dapat menabung sebagian gaji mereka untuk investasi," kata Ali. Atas permintaan itu, BRI menyiapkan produk investasi yang selama ini sudah digarap bank BUMN itu. Salah satu yang ditawarkan yaitu investasi ke waralaba. BRI telah bersinergi dengan peritel Alfamart dan jaringannya. "Nantinya para TKI yang telah habis kontrak dan kembali ke Indonesia, akan ditawarkan bergabung menjadi pemilik frenchise Alfamart dan jaringannya. Kalau dana yang dibutuhkan untuk frenchise agak besar, kita bisa menggabungkan beberapa TKI pemilik dana untuk berinvestasi. Tetapi tentunya kami juga akan tetap memberikan penerangan tentang risiko berinvestasi," kata Ali. Selain itu, bagi usaha yang sudah berjalan, BRI menyediakan fasilitas layanan Kupedes BRI. "Fasilitas ini bagi mereka yang akan melakukan penambahan modal kerja usaha maupun investasi bagi para pengusaha mikro yang usahanya telah berjalan dan ingin dikembangkan lebih besar lagi," kata Ali. Sejak awal BRI mempersiapkan pengelolaan keuangan TKI secara terintegrasi. Sebelum ke Korea, BRI telah menyediakan fasilitas KUR TKI untuk memenuhi kebutuhan dana mereka. BRI mencatat pengucuran KUR TKI tujuan Korea Selatan merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan pengucuran KUR TKI ke negara lain. Hingga 30 Juni 2013, plafon KUR TKI tujuan Korea Selatan mencapai Rp20,54 miliar. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026