
India Tembak Mati Empat Militan di Kashmir

Srinagar, India, (ANTARA/AFP) - Pasukan India hari Jumat menembak mati empat terduga militan yang berusaha memasuki wilayah Kashmir India dari Pakistan, kata seorang juru bicara militer. Menurut Letnan Kolonel J.S Brar, keempat gerilyawan yang bersenjata berat itu tewas dalam bentrokan di daerah Keran, sekitar 150 kilometer dari Srinagar, ibu kota musim panas Kashmir India. "Upaya penyusupan digagalkan oleh pasukan di garis pengawasan dengan membunuh empat militan," kata Brar, menunjuk pada perbatasan de fakto dengan penjagaan ketat militer yang memisahkan zona-zona Kashmir yang dikuasai India dan Pakistan. Pada 19 Oktober, sedikitnya tiga orang bersenjata menyerang sebuah hotel terkenal di kawasan bergolak Kashmir India, menewaskan seorang pelayan dan mencederai sedikitnya dua orang. Menurut pihak berwenang, insiden itu berlangsung setelah kelompok bersenjata itu menggagalkan upaya mereka untuk menyerang konvoi militer India. Pada 1 Oktober, pasukan keamanan India membunuh lima gerilyawan asing selama bentrokan di kawasan hutan di Kashmir. Pasukan India, yang bertindak setelah memperoleh informasi intelijen, menyerbu gerilyawan yang diduga anggota kelompok Hizbul Mujahidin itu di hutan Wanghat, sekitar 50 kilometer dari kota utama Kashmir, Srinagar, kata kepala kepolisian setempat Shahid Mehraj. Lebih dari 47.000 orang -- warga sipil, militan dan aparat keamanan -- tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an. Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam. New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India. Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri. Perbatasan de fakto memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan. Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim di India yang penduduknya beragama Hindu. Serangan-serangan pada 2008 di Mumbai, ibukota finansial dan hiburan India, telah memperburuk hubungan antara India dan Pakistan. New Delhi menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004 setelah serangan-serangan Mumbai pada November 2008 yang menewaskan lebih dari 166 orang. India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan-badan resmi" di Pakistan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan-serangan itu -- tampaknya menunjuk pada badan intelijen dan militer Pakistan. Islamabad membantah tuduhan tersebut. Sejumlah pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut. India mengatakan bahwa seluruh 10 orang bersenjata yang melakukan serangan itu datang dari Pakistan. New Delhi telah memberi Islamabad daftar 20 tersangka teroris dan menuntut penangkapan serta ekstradisi mereka. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
