
Monaco Menggebrak Tapi PSG Tetap Jadi Favorit

Paris, (Antara/AFP) - Musim baru Liga Utama Prancis akan dimulai pada Jumat (9/8) setelah pemberitaan pada musim panas didominasi oleh kegiatan-kegiatan di balik layar klub juara Paris Saint Germain dan kembalinya AS Monaco sebagai kekuatan utama. Setelah memenangi gelar ketiga mereka pada Mei, PSG kehilangan pelatih Carlo Ancelotti yang pindah ke Real Madrid sebelum direktur olahraga mereka Leonardo mengundurkan diri setelah diskors 14 bulan karena mendorong wasit. Setelah gagal mendapatkan sejumlah sosok papan atas untuk menggantikan Anceloti, termasuk Fabio Capello dan Andre Villas-Boas, klub ibukota itu akhirnya menunjuk mantan pelatih Bordeaux dan Prancis Laurent Blanc. "Laurent Blanc adalah pilihan terbaik bagi kami. Ia merupakan salah satu prioritas kami," kata presiden PSG yang berasal dari Qatar Nasser Al-Khelaifi, saat mencoba meyakinkan beberapa orang. Bagaimanapun, Blanc sudah pernah menjuarai Liga Prancis sebelumnya, dengan Bordeaux pada 2009, sehingga ia sudah memiliki pengalaman untuk mengeluarkan potensi terbaik di tim, terlebih dengan sejumlah tambahan di musim panas yakni pembelian Lucas Digne, Marquinhos, dan Edinson Cavani, yang total menghabiskan dana belanja sebesar 114 juta euro. Bintang Uruguay Cavani, yang merupakan pencetak gol terbanyak Liga Italia musim lalu bersama Napoli, bernilai sebesar 64 juta euro, jumlah yang mematahkan rekor transfer Prancis hanya beberapa pekan setelah Monaco membeli Radamel Falcao dari Atletico Madrid dengan biaya 60 juta euro. Kehadiran Cavani dan Zlatan ibrahimovic di sektor serangan dikombinasikan dengan Thiago Silva di lini belakang membuat PSG tetap difavoritkan untuk mempertahankan gelar, namun Monaco diperkirakan dapat memaksa klub Paris itu berjuang keras. Monaco kembali ke strata sepak bola tertinggi Prancis sebagai juara Ligue 2, dan dukungan miliarder Rusia Dimitri Rybolovlev membuat mereka menghabiskan hampir 150 juta euro untuk mendapatkan pemain-pemain seperti Falcao, dua pemain Porto James Rodriguez dan Joao Moutinho, Eric Abidal,dan Jeremy Toulalan. Falcao memikul harapan besar, setelah ia mencetak leboh dari 50 gol di Liga Spanyol dalam dua musim terakhir bersama Atletico Madrid. "Bersama Falcao, kami akan memulai setiap pertandingan dengan keunggulan satu gol," kata pelatih Monaco Claudio Raniero. Itu mungkin terasa sedikit berlebihan, dan klub kerajaan itu harus memulai musim baru dengan pengurangan dua nilai setelah serangkaian insiden pada akhir pertandingan musim lalu. Kombinasi bujet PSG dan Monaco bernilai hampir dua-pertiga dari kombinasi bujet klub-klub anggota Ligue 1 lainnya, dan celah keuangan yang besar itu berarti sulit untuk melihat klub lain dapat bersaing merebut gelar, meski demikian Marseille dapat menjadi tim yang berbahaya. Marseille kembali ke Liga Champions dan telah berinvestasi dengan cerdas pada musim panas ini, dengan mendatangkan pemain sayap Dimitri Payet, yang tampil begitu mengagumkan untuk Lille pada musim lalu, sebagai rekrutan utama mereka. "Akan selalu ada klub-klub yang mampu mengecewakan para petaruh. Paris dan Monaco telah melakukan perekrutan-perekrutan luar biasa, namun kita akan memulai musim dengan level yang sama seperti yang lain," kata pelatih Marseille Elie Baup. Pemandangan di Lyon sedikit kurang positif, dimana Presiden Klub Jean-Michel Aulas sibuk memangkas pengeluaran gajinya, dan pasukan Remi Garde harus kembali ke fase grup Liga Champions untuk mendongrak atmosfer di sekitar Stade de Gerland. Di tempat lain, setelah kehilangan Pierre-Emerick Aubameyang yang pindah ke Borussia Dortmund, juara Piala Liga Saint-Etienne akan berupaya keras untuk mengulangi kesuksesan musim lalu, sedangkan Nice, yang akan pindah ke stadion berkapasitas 35.000 tempat duduk pada bulan depan, harus berjuang keras untuk dapat kembali finis di posisi lima besar. Lille membangun ulang tim di bawah pelatih baru Rene Girard, yang posisinya di Montpellier digantikan Jean Fernandez, sedangkan Philippe Montainer bertekad untuk membangkitkan Rennes setelah melakukan pekerjaan bagus di Spanyol bersama Real Sociedad. Sementara itu, Ajaccio memberikan kesempatan kepada mantan penyerang Italia Fabrizio Ravanelli untuk membuktikan kemampuannya menangani tim. Tim Corsica itu akan senang jika mampu selamat dari ancaman degradasi, demikian juga klub-klub promosi lainnya, juara delapan kali Nantes dan Guingamp. Guingamp menjamu Marseille pada pertandingan pembuka mereka pada Minggu, namun pertandingan pertama juga akan mempertemukan juara dua musim terakhir di Stade de la Mosson, di mana Montepellier menjamu PSG. Berikut jadwal pertandingan (pertandingan dimulai pukul 19.00 GMT kecuali disebutkan berbeda):Jumat: Montpellier vs Paris Saint-Germain (18.30)Sabtu Bordeaux vs Monaco, Evian-Thonon-Gaillard vs Sochaux, Lille vs Lorient, Lyon vs Nice, Nantes vs Bastia, Rennes vs Reims, Valenciennes vs ToulouseMinggu: Ajaccio vs Saint-Etienne (15.00), Guingamp vs Marseille. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
