Logo Header Antaranews Sumbar

Kurs Dolar Bervariasi di Perdagangan Asia

Selasa, 6 Agustus 2013 16:56 WIB
Image Print
Dolar. (Antara)

Tokyo, (Antara/AFP) - Kurs dolar melemah terhadap mata uang Australia di perdagangan Asia pada Selasa, setelah bank sentral Australia (RBA) memangkas suku bunganya ke rekor terendah baru, sementara unit AS berbalik naik terhadap yen. Greenback diambil 98,48 yen dalam perdagangan sore di Tokyo dari 98,27 yen di New York pada Senin sore, didukung oleh selera risiko yang lebih tinggi di antara para investor karena harga saham Tokyo berbalik naik. Euro bervariasi menjadi 1,3251 dolar dari 1,3259 dolar, dan menjadi 130,41 yen dari 130,30 yen. Dolar Australia naik setelah bank sentral memangkas suku bunganya ke rekor terendah 2,5 persen, turun 25 basis poin dari tingkat sebelumnya. "Aussie" dibeli 89,84 sen AS terhadap 88,76 sen AS pada Senin sore dan 89,23 sen segera setelah keputusan suku bunga karena beberapa investor mengharapkan penurunan lebih drastis 50 basis poin. Sementara itu, rupee India jatuh ke rekor terendah baru terhadap dolar AS. Rupee, mata uang utama Asia berkinerja terburuk tahun ini, berada di 61,45 terhadap dolar dalam perdagangan sore terhadap 60,91 pada Senin sore, setelah mencapai terendah seumur hidup 61,51 pada Selasa pagi. Penurunan unit India -- dipicu oleh kekhawatiran bahwa modal asing bisa mengalir kembali ke Amerika Serikat karena perekonomian Amerika meningkat -- telah terjadi walaupun ada langkah-langkah bank sentral untuk menopang mata uang tersebut. Data sektor jasa AS yang positif telah melahirkan spekulasi baru bahwa Federal Reserve segera bisa mulai mengurangi program pembelian obligasinya. The Fed mengatakan akan mulai mempertimbangkan kembali skema stimulusnya setelah ekonomi terbesar dunia itu menunjukkan tanda-tanda pada pijakan yang stabil. Sebuah penarikan atas stimulus akan berarti lebih sedikit dolar dalam sistem keuangan, mendorong permintaan dan nilai unit tersebut. Pada Senin, Institute for Supply Management mengatakan indeks pembelian manajer sektor jasa AS naik menjadi 56 persen pada Juli, 3,8 poin lebih tinggi daripada tingkat pada Juni dan di atas rata-rata perkiraan para analis sebesar 53,2. Angka di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan dan satu di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Laporan ini menunjukkan peningkatan yang kuat dalam kegiatan usaha dan pesanan baru, membantu membalikkan kemerosotan dolar setelah laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat menunjukkan kenaikan lapangan pekerjaan lebih rendah dari yang diharapkan. Dolar sebagian besar menguat terhadap mata uang Asia-Pasifik. Unit AS naik tipis menjadi 43,53 peso Filipina dari 43,50 peso sehari sebelumnya, menjadi 10.283 rupiah Indonesia dari 10.276 rupiah, menjadi 31,39 baht Thailand dari 31,34 baht, dan menjadi 1.115,51 won Korea Selatan dari 1.115,07 won. Greenback melemah menjadi 1,2677 dolar Singapura dari 1,2700 dolar Singapura, sementara bertahan stabil di 29,95 dolar Taiwan. Yuan China berpindah tangan pada 15,99 yen terhadap 16,12 yen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026