Logo Header Antaranews Sumbar

Enam Tewas dalam Bentrokan Pemberontak Komunis Filipina

Rabu, 31 Juli 2013 15:23 WIB
Image Print

Manila, (Antara/AFP) - Enam pemberontak komunis yang dipimpin oleh seorang wanita tewas dalam bentrokan dengan pasukan Filipina dalam gejolak terbaru di salah satu pemberontakan terlama di Asia itu, kata militer, Rabu. Warga melaporkan kepada militer Selasa malam mengenai keberadaan sembilan anggota Tentara Rakyat Baru (NPA) yang mencoba untuk mendirikan sebuah jaringan dukungan di satu desa di provinsi utara Tarlac, kata juru bicara militer Letnan Kolonel Ramon Zagala. "Para pemberontak berusaha untuk mendapatkan pengaruh di daerah itu," kata Zagala kepada AFP. Tiga gerilyawan lainnya melarikan diri selama baku tembak yang berlangsung hingga dinihari Rabu, katanya. Zagala tidak menyebut nama pemimpin wanita mereka yang dibunuh. Dia mengatakan, enam gerilyawan tewas di antara 19 anggota NPA yang diyakini masih beroperasi di Tarlac. Dia danmenambahkan bahwa informasi warga mendukung pengamatan militer bahwa pengaruh gerilya di provinsi ini telah menyusut. Pemberontakan NPA dimulai oleh pemberontak yang berbasis di Tarlac pada tahun 1969. Pemberontakan kemudian menyebar di sebagian besar negara dan menewaskan setidaknya 30.000 orang, menurut perkiraan pemerintah. Namun, militer memperkirakan peringkat nasional gerilyawan turun menjadi sekitar 4.000 pejuang setelah kampanye kontra-pemberontakan yang sukses, turun dari puncaknya sekitar 26.000 pada tahun 1980. "Daripada lebih banyak terjadi pertemuan (tembak-menembak) dengan NPA, kami mendorong mereka untuk menyerah. Mereka tidak perlu mati", kata Zagala. Presiden Benigno Aquino telah membuka pembicaraan damai dengan organisasi terdepan NPA, Front Demokratik Nasional, yang bertujuan mengakhiri pemberontakan komunis sebelum masa jabatan enam tahunnya berakhir pada 2016. Namun perundingan-perundingan itu runtuh pada April dan bulan lalu kepala perunding pemerintah mengundurkan diri, menyatakan frustrasi karena pembicaraan terhenti. Di tempat lain di Filipina, seorang petugas perempuan berpangkat tinggi NPA ditangkap akhir pekan lalu, sementara enam pemberontak tewas setelah baku tembak dengan militer pada awal bulan ini. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026