Logo Header Antaranews Sumbar

Disperindag Babel: Harga Pupuk Nonsubsidi Normal

Jumat, 26 Juli 2013 14:25 WIB
Image Print

Pangkalpinang, (Antara) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyatakan harga pupuk nonsubsidi di tingkat pedagang pengecer masih bertahan normal karena stok cukup dan pasokan pupuk lancar. "Selama puasa Ramadhan ini, permintaan pupuk mengalami penurunan dan permintaan akan meningkat setelah Hari Raya Idul Fitri," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Husni Tamrin di Pangkalpinang, Jumat. Ia menjelaskan, harga eceran pupuk merek KCL masih bertahan normal Rp6.000 per kilogram, NPK Wayang bertahan Rp6.500 per kilogram, TSP bertahan Rp6.800 per kilogram, urea bertahan Rp5.200 per kilogram dan pupuk merek ZA bertahan Rp3.600 per kilogram. "Permintaan pupuk nonsubsidi ini kurang juga karena petani lebih memilih pupuk bersubsidi dibanding pupuk non subsidi karena harganya lebih murah dan petani lebih mudah mendapatkan pupuk subsidi tersebut," ujarnya. Menurut dia, harga pupuk nonsubsidi ini akan mengalami kenaikan apabila, permintaan petani meningkat karena stok dan pendistribusian pupuk subsidi tersendat, seperti tahun lalu, harga pupuk melambung tinggi, karena stok pupuk subsidi habis. "Biasanya, pupuk nonsubsidi ini naik pada akhir tahun, karena stok pupuk subsidi terbatas seiring permintaan petani meningkat seiring memasuki musim tanam padi, sayur mayur dan lainnya," ujarnya. Ia mengatakan untuk mengantisipasi kenaikan harga pupuk nonsubsidi ini, kami terus memantau ketersediaan dan harga pupuk di tingkat distributor dan pedagang pengecer pupuk. Selain itu, mengimbau para pelaku usaha pupuk pertanian ini untuk terus meningkatkan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga pupuk tinggi yang memberatkan petani mengembangkan pertanian dan perkebunan. "Saat ini, animo petani untuk mengembangkan pertanian dan perkebunan mulai mengalami peningkatan seiring biaya perawatan dan pengelolaan pertanian dan perkebunan yang cukup murah dan terjangkau petani, pemerintah terus berupaya untuk menekan biaya produksi yang dikeluarkan petani untuk meningkatkan produksi melalui penyaluran pupuk subsidi, bantuan bibit, alat pengelolaan lahan dan pasca panen," ujarnya. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026