Logo Header Antaranews Sumbar

Partai Demokrat gelar Muscab serentak di Bukittinggi

Minggu, 17 Juli 2022 21:35 WIB
Image Print
Sekjen Partai Demokrat,Teuku Riefky Harsya bersama AHY dalam salah satu kegiatan (Antara/HO-Dokumen Pribadi)

​​​​​​​Bukittinggi (ANTARA) -

Sebanyak 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) secara serentak di Balcone Hotel Bukittinggi, Minggu (17/7).
Sesi pembukaan digelar secara hybrid dengan diikuti langsung petinggi Partai Demokrat, hadir secara virtual pada Muscab IV Partai Demokrat se Sumatera Barat Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya dan Kepala BPOKK Herman Khaeron.
Sementara di lokasi acara tampak hadir Kepala Badan Diklat dan Doktrin DPP Partai Demokrat Yudha Pratomo, Deputi Badan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (BPPM) Partai Demokrat, Lis Dedeh, para pengurus DPD Sumbar, serta DPC dan DPAC se-Sumbar, termasuk Anggota Fraksi DPRD Kabupaten dan Kota.
Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi mengaku telah berupaya secara optimal berdasar kemampuan DPD dan harapan DPP untuk terlaksananya Muscab serentak tersebut sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Saya sudah sampaikan agar merubah mindset lama, proses Muscab hanya bisa mencalonkan dan merekomendasikan, bukan lagi memutuskan, oleh karena itu saya minta segenap pengurus untuk mensosialisasikan AD/ART Partai Demokrat yang baru,” ujarnya.
Menurut regulasi yang berlaku di Partai Demokrat, dijelaskan Mulyadi, keputusan akhir penentuan Ketua DPC akan ditetapkan oleh Tim Lima yang terdiri dari Ketua Umum, Sekjen, BPOKK, Ketua DPD, dan Sekretaris DPD.
“Saya dulu terpilih sebagai Ketua DPD juga diputuskan oleh Tim Tiga yaitu Ketum, Sekjen dan BPOKK, ini agar tidak ada lagi transaksi di bawah, adat lama, dan deal-deal politik,” kata Mulyadi menegaskan.
Mulyadi juga meminta setiap kader untuk memiliki keteguhan hati berpolitik, banyak yang harus dikorbankan untuk kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
“Sejak dulu Pak SBY dan Mas AHY sudah mengajarkan berpolitik yang santun demi tujuan kepentingan bersama dan tidak mengedepankan kepentingan pragmatis,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat Sumbar terkenal berbudaya tinggi, bahkan tokoh pendiri republik ini berasal dari Sumbar.
“Tokoh Sumbar sudah terkenal hebat, dan jangan sampai contoh yang baik ini dilunturkan oleh kader hari ini, mari kita perlihatkan sikap kehebatan tokoh ini kepada masyarakat dan secara internal di Partai Demokrat," ujarnya.
Dalam arahannya, Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat, Herman Khaeron menyebut tahapan dan waktu pelaksanaan Muscab diatur melalui surat keputusan yang ditandatangi langsung Ketua Umum DPP.
Oleh karena itu ia berharap sidang Muscab jangan sampai menghasilkan keputusan yang berpotensi ditarik-tarik ulur.
“AD/ART lama dan AD/ART baru memang berbeda dulu ada persentase suara antara Ketua DPAC, Ketua DPC, Ketua DPD, dan Ketua Umum yang didelegasikan ke DPD, kini tidak lagi begitu, lebih baik kemampuan keuangan partai dibelanjakan untuk kepentingan pemilu daripada dihambur-hamburkan dalam pemilihan saat Muscab,” katanya menjelaskan.
Sejak awal, kata Herman, regulasi ini sudah disosialisasikan ini kepada seluruh kader. Menurutnya, Musda dan Muscab itu ajang konsolidasi dan harmonisasi, bukan untuk berpecah-belah dan menjadi pemicu konflik.
Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya berharap Muscab selesai dengan baik agar setiap kepengurusan yang terbentuk bisa segera disusun ke dalam Aplikasi Sipol KPU.
“Selamat bermusyawarah, semoga terjalin konsolidasi dan harmonisasi dalam setiap keputusan sidang,” pungkasnya.



Pewarta :
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026