
Pelindo III-Rekind Bangun PLTGU 2x25 MW

Jakarta, (Antara) - PT Pelindo III menunjuk PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai kontraktor pelaksana EPC (Enginering, Procurement, Construction) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Terminal Terpadu Teluk Lamong, Surabaya. "Pembangunan PLTG berpakasitas 2X25 Megawatt dengan nilai investasi Rp1 triliun akan selesai tahun 2016," kata Direktur Utama Rekind, M. Ali Suharsono, usai serah terima surat penetapan ECP PT Industri Gula Glenmore, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa. Menurut Ali, pembangunan PLTG ini untuk memenuhi listrik Terminal Multipurpose Teluk Lamong, di Gresik yang bertujuan meningkatkan kapasitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan. "Kebutuhan awal Terminal Teluk Lamong mencapai 2X25 MW, namun diperkirakan mencapai 120 MW pada tahun 2016," kata Ali. Selain meningkatkan kapasitas bongkar muat peti kemas, pengadaan PLTG tersebut juga digunakan untuk pengoperasian kereta api monorel tanpa awak. Dengan pembangunan automated containter transport (ACT) berupa monorel maka mengurangi kepadatan lalu lintas antara pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Teluk Lamong. Ia menjelaskan, untuk menyelesaikan proyek tersebut pihaknya sedang melakukan kajian meliputi aspek finansial, komersial, teknis dan legal serta aspek lainnya. "Kajian menyeluruh tersebut diharapkan dapat memenuhi kualifikasi dan spesifikasi pembangunan PLTG," ujarnya. Ali menambahkan, pemenuhan kebutuhan tahap I diharapkan dapat beroperasi pada Mei 2014, dan pemenuhan kebutuhan pengembangna ultimate terealisasi pada tahun 2016. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo III Jarwo suryanto mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan terminal Teluk Lamong berupa dermaga sepanjang 1.000 meter, reklamasi laut 30 hektare. "Investasi yang dibutuhkan menyelesaikan pengembangan Teluk Lamong sekitar Rp3,4 triliun," ujarnya. Adapun pembiayaannya sebesar Rp1,6 triliun dari pinjaman luar negeri, selebihnya sekitar Rp2,8 triliun dari kas intenal perusahaan. "Saat ini sudah selesai 45 persen. Pengerjaan sipilnya berupa infrastruktur semua dikerjakan BUMN, seperti Adhi Karya, Nindia Karya, Pembangunan Perumahan, dan Wijaya Karya," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
