Logo Header Antaranews Sumbar

Panama Hentikan Kapal Korut Bawa Bahan Peluru Kendali

Selasa, 16 Juli 2013 16:23 WIB
Image Print

Panama, (Antara/AFP) - Panama pada Senin menghentikan kapal Korea Utara, yang kata Presiden Ricardo Martinelli berlayar dari Kuba dan berusaha meloloskan secara tidak sah bahan peluru kendali canggih melalui Terusan Panama. "Dunia harus waspada dan memperhatikan: Anda tidak dapat mengirim senjata perang, yang tidak dllaporkan, melalui Terusan Panama," kata Martinelli, dengan menambahkan bahwa kapal itu diperiksa dan tidak ditemukan membawa narkotika dan barang yang tidak menimbulkan kekhawatiran lebih luas. "Kami mencurigai kapal itu, yang datang dari Kuba dan menuju Korea Utara, kemungkinan membawa narkoba sehingga digiring ke pelabuhan untuk diperiksa dan diselidiki," di pantai Atlantik negara itu, kata presiden itu di radio Panama. "Ketika kami mulai membongkar gula muatan kapal itu kami menemukan petikemas-petikemas yang kami yakin berisikan peralatan rudal canggih, dan itu tidak diizinkan," kata Martinelli menegaskan dan menyebut terjadi satu suasana yang dramatis di mana ia mengatakan kapten kapal itu berusaha bunuh diri. "Kapten kapal itu berusaha bunuh diri, dan para awak juga ribut," ketika polisi datang, kata Martinelli. "Jadi kami menahan kapal ini untuk penyelidikan lebih jauh." Kuba adalah satu-satunya pemerintah komunis di Amerika, dan juga adalah sekutu Pyongyang. China adalah sekutu utama Korea Utara, yang melakukan peluncuran senjata nuklir ketiga Februari lalu dan mengancam akan menyerang Amerika Serikat. Pantai Kuba terletak hanya 90 mil laut di daerah paling ujung barat daya AS. Pada 1962, Krisis Rudal Kuba membawa dunia nyaris jatuh dalam perang nuklir saat Perang Dingin meningkat. Pemimpin AS dan Sovyet menghadapi konflik militer dan politik 13 hari Oktober 1962 menyangkut penempatan rudal Sovyet berhulu nuklir di bumi Kuba. Pada akhirnya bencana itu terhindar ketika Washington setuju dengan tawaran pemimpin Sovyet Nikita Khrushchev memindahkan rudal itu sebagai imbalan janji AS tidak menyerbu Kuba. Presiden AS (waktu itu) John F.Kennedy juga secara diam-diam setuju memindahkan rudal-rudal AS dari Turki. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026