
PBB Desak Kamboja Izinkan Pemimpin Oposisi Berperan Total

Phnom Penh, (Antara/AFP) - Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin, mendesak Kamboja untuk mengizinkan pemimpin oposisi Sam Rainsy memainkan "peran menyeluruh" dalam politik seiring dengan persiapan pemimpin yang baru saja memperoleh pengampunan itu untuk pulang menjelang pemilu. Sam Rainsy, tinggal di pengasingan, di Perancis, setelah divonis 11 tahun penjara pascadinyatakan bersalah in absentia atas tuduhan bahwa ia memiliki pandangan bermotif politik, termasuk menerbitkan peta palsu perbatasan dengan Vietnam. Dia diampuni oleh Raja Sihamoni pada Jumat dan telah bersumpah untuk pulang ke Kamboja pada 19 Juli guna membantu partainya berjuang di pemilihan umum nasional yang secara luas diperkirakan akan dimenangkan oleh tokoh kuat utama Hun Sen Pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di Kamboja, Surya Subedi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia "sangat senang" dengan pengampunan raja itu, yang dinilainya "selaras dengan kepentingan demokrasi yang lebih kuat dan dalam" dari negara itu. "Saya sekarang berharap bahwa dengan perkembangan ini, pemerintah akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memungkinkan Sam Rainsy memainkan peran penuh dalam politik nasional Kamboja, "katanya. Rainsy, yang dipandang sebagai penantang utama Hun Sen, telah dicoret dari daftar pemilihan umum dan tidak dapat maju sebagai kandidat dalam pemilihan umum parlemen 28 Juli nanti kecuali parlemen mengamandemen hukum itu. Mantan bankir berpendidikan Prancis itu -yang bekerja dengan raksasa keuangan global Paribas pada 1980-an - diampuni atas permintaan Hun Sen dalam sebuah keputusan yang disambut baik olehAmerika Serikat. Sekalipun semua partai politik bebas untuk membujuk pemilih dan menggelar acara publik, pengamat menilai hal itu tidak akan terlalu banyak mempengaruhi peluang Hun Sen dan Partai Rakyat Kamboja (CPP), yang memenangkan dua pemilihan umum terakhir dengan kemenangan besar di tengah-tengah tuduhan kecurangan dan penyimpangan pemilu. Hun Sen, sekarang 60 tahun, telah memerintah Kamboja selama 28 tahun. Ia adalah salah satu pemimpin Asia Tenggara terlama. Pada bulan Mei ia mengatakan akan berusaha untuk tetap berkuasa sampai dia berusia 74 tahun. Sebelumnya dia bersumpah untuk tetap berkuasa sampai berusia 90 tahun. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
