Logo Header Antaranews Sumbar

Seorang Tewas Dalam Ledakan Bom Mobil di Somalia

Kamis, 8 November 2012 07:39 WIB
Image Print

Mogadishu, (ANTARA/Reuters) - Sedikitnya seorang tewas Rabu ketika bom mobil meledak di tempat parkir gedung parlemen di Mogadishu, ibu kota Somalia, kata polisi. Bom itu meledak ketika anggota-anggota parlemen sedang mengadakan sidang di dalam gedung tersebut. Jendral Mohamed Abdulle mengatakan kepada Reuters, mobil yang berisi bom itu diparkir di antara mobil-mobil milik anggota parlemen, dan seorang prajurit Somalia tewas dalam ledakan tersebut. "Mobil itu meledak dan satu prajurit militer tewas. Tidak ada korban lain namun sejumlah mobil rusak," katanya. Belum jelas siapa yang mendalangi serangan itu, namun Mogadishu berulang kali dilanda serangan Al-Shabaab yang memerangi pemerintah Somalia dan pasukan Uni Afrika (AU) sekutu mereka. Sejak menarik diri dari Mogadishu pada Agustus tahun lalu, Al-Shabaab melancarkan serangan-serangan bom bunuh diri dan granat terhadap posisi pemerintah dan pasukan AU. Dua pembom bunuh diri menyerang sebuah restoran di Mogadishu pada Sabtu, menewaskan seorang penjaga keamanan yang berusaha mencegah mereka memasuki bangunan itu. Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut. Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu. Nama Al-Shabaab mencuat setelah serangan mematikan di Kampala pada Juli 2010. Para pejabat AS mengatakan, kelompok Al-Shabaab bisa menimbulkan ancaman global yang lebih luas. Al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kampala, ibukota Uganda, pada 11 Juli yang menewaskan 79 orang. Pemboman itu merupakan serangan terburuk di Afrika timur sejak pemboman 1998 terhadap kedutaan besar AS di Nairobi dan Dar es Salaam yang diklaim oleh Al-Qaida. Washington menyebut Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan Al-Qaida pimpinan Osama bin Laden. Milisi garis Al-Shabaab dan sekutunya berusaha menggulingkan pemerintah Presiden Sharif Ahmed ketika mereka meluncurkan ofensif mematikan beberapa tahun lalu lalu. Mereka menghadapi perlawanan sengit dari kelompok milisi pro-pemerintah yang menentang pemberlakuan hukum Islam yang ketat di wilayah Somalia tengah dan selatan yang mereka kuasai. Al-Shabaab dan kelompok gerilya garis keras lain ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia dan juga telah melakukan eksekusi-eksekusi, pelemparan batu dan amputasi di wilayah selatan dan tengah. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026