Logo Header Antaranews Sumbar

BEI Berharap Saham Baru Tingkatkan Likuiditas

Kamis, 11 Juli 2013 12:22 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan perusahaan yang baru mencatatkan sahamnya dapat membantu meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia di tengah gejolak ekonomi. "Saat ini transaksi saham di BEI sudah mencapai rata-rata Rp6,8 triliun per hari. Kami berharap saham Bank Maspion mampu menyemarakkan BEI dan menambah likuiditas bursa saham di tengah gejolak ekonomi global," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito di sela pencatatan saham perdana PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) di Jakarta, Kamis. Ia mengatakan perseroan dapat menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sehingga investor dapat tertarik menginvestasikan dananya pada saham perseroan. "Kami berharap perseroan dapat menerapkan prinsip 'good corporate governance' (GCG) dan menjadi buruan para investor," kata dia. Di tempat yang sama, Presiden Direktur Bank Maspion, Herman Halim mengatakan pihaknya optimis dapat membukukan kinerja positif pada tahun 2013 ini sehingga saham BMAS menjadi pilihan investor. Ia mengemukakan Bank Maspion optimis dapat merealisasikan kredit hingga akhir 2013. Per Juni 2013, penyaluran kredit perseroan telah mencapai Rp3 triliun. "Sampai akhir 2013, target kredit Rp3,4 triliun. Kami optimistis tercapai," kata dia. Dengan demikian, lanjut dia, pihaknya dapat mempertahankan kinerja positif setiap tahunnya sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan perseroan ke Bank Indonesia (BI). Ia mengemukakan dalam RBB perseroan mematok target kredit Rp3,4 triliun atau tumbuh sekitar 25 persen bila dibandingkan perolehan tahun 2012. Mayoritas kredit ke sektor perdagangan yaitu sebesar 75 persen dan sisanya usaha kecil menengah (UKM). Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) per Juni, perseroan berhasil menghimpun hingga Rp3,3 triliun. Jumlah tersebut mayoritas masih didominasi dana mahal atau deposito dengan persentase 60 persen, sementara sisanya dana murah 40 persen. Sementara itu, pada pencatatan perdana saham BMAS hari ini (Kamis, 11/7), tercatat dibuka menguat 1,56 persen menjadi Rp325 per saham dibanding harga perdana sebesar Rp320 per lembar saham. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026