
Operator Penerbangan Filipina-Venezuela Diijinkan Terbangi UE

Brussels, (ANTARA/AFP) - Uni Eropa Rabu memperbolehkanoperator Filipina Airlines dan Venezuela Conviasa kembali ke wilayah udara Eropa atas dasar peningkatan keselamatan dan sesuai dengan peraturan Uni Eropa. Eksekutif Uni Eropa, Komisi Eropa, menghapus dua operator penerbangan dari daftar hitam -daftar keselamatan udara Uni Eropa - setelah melanggar larangan operasional pada perusahaan penerabngan berbendera Filipina di 2010 dan pada terhadap Conviasa. Keputusan untuk mencabut larangan adalah unsur daftar diperbarui Uni Eropa yang sekarang daun 280 penerbangan dari 20 negara masih dilarang terbang di Uni Eropa. "Hari ini kami mengkonfirmasi kesediaan kita untuk menghapus negara dan penerbangan dari daftar jika mereka menunjukkan komitmen nyata dan kapasitas untuk melaksanakan internasional standar keselamatan secara berkelanjutan," kata Uni Eropa Komisaris Transportasi Siim Kallas. Sebelumnya di Manila, Dubes Uni Eropa Guy Ledoux mengatakan Maskapai Filipina akan diizinkan untuk terbang memasuki wilayah Uni Eropa, yang beranggotakan 28 negara mulai Jumat, yang akan memacu jaringan pariwisata dan bisnis. "Ini merupakan prestasi yang luar biasa dalam periode singkat," kata Ledoux. Ia menambahkan bahwa Uni Eropa akan melakukan tinjauan lebih lanjut sehingga operator penerbangan Filipina lainnya juga bisa terbang ke Eropa. "Keputusan ini sangat menggembirakan dan merupakan keberhasilan pertama CAAP (Sipil Otoritas Penerbangan dari Filipina) dan Philippine Airlines," katanya kepada wartawan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
