
Jelang Ramadhan Sembako Naik di Bukittinggi

Bukittinggi, (Antara) - Harga sembilan bahan pokok menjelang bulan Ramadhan 1434 Hijriyah di pasar tradisional Kota Bukittinggi mengalami kenaikan karena pasokan dari sejumlah daerah kurang lancar ke kota itu. "Kanaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) mulai terjadi beberapa hari ini. Kanaikan terjadi secara bertahap untuk semua jenis sembako," kata Rini, seorang pedangan sembako di Pasar Bawah kota setempat, Senin. Menurut dia, diantara sembako mengalami kenaikan seperti minyak goreng (migor) naik dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu per kilo gram, gula pasir dari Rp10 ribu per kilo gram jadi Rp11 ribu perkilogram. Beras kualitas baik (kuriak kusuaik) sebelumnya Rp7.000 naik menjadi Rp7.500 perliter. Sendangkan beras kualitas II dari Rp6.500 menjadi Rp7.000 per liter. Selain itu harga daging ayam broiler atau ayam ras naik untuk semua jenis ukurang rata-rata naik Rp3000 perekor. Misalnya ayam ukurang sedang dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per ekor, ukurang menengah dari Rp27.000 perekor menjadi Rp33.000 per ekor. Sedangkan harga daging sapi juga mengalami kenaikan harga Rp10.000 ribu per kilo gram, yakni dari harga Rp80.000 per kilo gram menjadi Rp90.000 per kilo gram. "Harga jual daging sapi diperkirakan kembali turun setelah puasa berjalan karena kebutuhan warga membeli daging di bulan puasa berkurang," kata Menan, salah seorang penjual daging sapi di Pasar Bawah. Pedagang lainnya Netri di Pasar Aur Kuning menyebutkan untuk harga kebutuhan lainnya seperti bawang merah juga mengalami kenaikan dari harga Rp15.000 menjadi Rp16.000 per kilo gram. "Harga umbi-umbian seperti kentang, wortel serta lainnya rata-rata mengalami kenaikan sebesar Rp1.000. Misalnya, kentang batang dari Rp6.000 dijual Rp7.000 perkilogram dan wortel dari Rp5.000 menjadi Rp6.000 perkilogram," kata dia. Sedangkan harga gula merah dari Rp12.000 menjadi Rp13.000 per kilo gram dan harga minyak goreng tanpa merk dari Rp8.700 menjadi Rp9.200 per kilo gram. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
