
RNI Bantu Stabilkan Harga Daging dan Gula

Jakarta, (Antara) - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menyatakan siap membantu pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti daging dan gula menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1434 Hijriah. "Kami siap membantu pemerintah menstabilkan harga-harga kebutuhan masyarakat yang sudah mulai melambung," kata Direktur Utama (Dirut) RNI Ismed Hasan Putro di Jakarta, Senin. Menurut Ismed, dua komoditas yang siap dipasok RNI yaitu daging sapi dan gula melalui produk Raja Daging dan Raja Gula. "Daging sapi hasil produksi RNI selama Ramadhan akan dipasok sebanyak 40.000 ton, dengan harga Rp70.000 per kilogram (kg)," ujar Ismed. Ia menjelaskan pasokan daging RNI untuk sementara hanya dipasok bagi masyarakat di kawasan Jabodetabek, Surabaya dan Semarang. "Sesungguhnya kami siap membantu pemerintah, namun karena keterbatasan persediaan maka baru sejumlah wilayah saja yang akan kami pasok," ujar Ismed. Meski demikian ia menambahkan, dengan harga Rp70.000 per kg yang ditawarkan RNI maka masyarakat sudah dapat terbantu karena saat ini harga daging di sejumlah pasar sudah menembus Rp100.000 per kg, bahkan ada yang sudah mencapai Rp120.000 per kg. Selain daging, RNI juga siap memasok gula ritel ke pasar dengan harga eceran tertinggi Rp13.900 per kg. "Gula RNI akan dipasok ke seluruh wilayah Indonesia dalam bentuk kemasan dan kiloan (ritel) sebanyak 140.000 ton, sedangkan untuk 30.000 ton untuk mengisi kebutuhan pabrik makanan dan minuman," ujarnya. Produk gula kemasan RNI dijual dalam tujuh varian mulai dari bentuk sachet dan kiloan yaitu 0,25 kg, 0,50 kg, satu kg, lima kg dan 10 kg. Sedangkan pada segmen karungan dijual seberat 50 kg. Untuk kedua komoditas tersebut tambahnya, RNI sudah meluncurkan Raja Daging dan Raja Gula, produk ritel yang disebar lewat jaringan distribusi anak usahanya PT Rajawali Nusindo, didukung jaringan ritel yaitu Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali. Selain itu RNI juga menyebarkan daging dan gula melalui jaringan ritel lainnya seperti AlfaMart, Alfa Midi, Indomaret, Giant, Naga Swalayan dan lainnya di seluruh Indonesia. "Kami bisa memberikan harga gula dan daging yang lebih murah dibanding harga pasar, karena RNI bisa memotong jalur distribusi," ujarnya. Biasanya memasuki Ramadhan dan Lebaran harga gula melonjak 10-20 persen bahkan lebih, permintaan naik demikian juga pasokan akan berkurang. "Ini sangat disayangkan, dampak dari kenaikan BBM bersubsidi yang dilanjutkan faktor psikologis menghadapi Ramadan dan Lebaran telah membuat harga kebutuhan naik tajam," ujar Ismed. Dengan memasarkan gula RNI langsung ke pasar ritel, diharapkan dapat memberikan nilai manfaat kepada konsumen. Ini bagian dari tugas RNI sebagai BUMN yang peduli terhadap konsumen. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
