Logo Header Antaranews Sumbar

Djokovic: Murray Pantas Menang

Senin, 8 Juli 2013 09:05 WIB
Image Print

London, (Antara/Reuters) - Novak Djokovic mengutarakan pengakuan amat jujur tentang penampilannya yang kalah 6-4 7-5 6-4 atas Andy Murray pada pertandingan final turnamen tenis Wimbledon, Minggu waktu setempat. Unggulan utama Djokovic gagal menampilkan permainan standar seperti yang biasa ia lakukan dalam usaha meraih gelar grand slam keenam kalinya dan Murray meraih gelar juara Wimbledon untuk pertama kalinya. "Yang jelas ia tampil lebih baik saat kami bertanding," kata Djokovic dalam temu pers. "Ia bermain bagus pada set kedua dan ketiga. Saya sempat unggul 4-2 tapi kemudian mendapat tekanan dalam semua game sehingga ia gantian memimpin dan mengalahkan saya," katanya. "Ia memperagakan pukulan mengagumkan terutama ketika melancarkan 'drop shot'. Ia bermain di semua daerah lapangan. Ia memainkan tenis fantastik. Tak perlu dipertanyakan lagi. Ia pantas menang," katanya. Djokovic tak habis pikir mengapa permainannya merosot terutama pada waktu-waktu tertentu, tidak seperti selalu ditunjukkannya ketika ia bermain amat kuat. "Saya harus bermain lebih bagus pada momen-momen penting atau pada angka penentu. Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu. Saya yakin nanti permainan saya akan kembal lagi. Saya akan berjuang lagi. Hari ini bukan momen keberuntungan saya," katanya. "Saya sedang tidak bermain pada level tertinggi permainan saya sehingga saya tidak memiliki peluang untuk memenangi pertandingan," ungkapnya. Djokovic menyatakan ia sudah menduga akan berada dalam tekanan karena Murray sedang dalam posisi berusaha keras untuk mengakhiri penantian panjang Inggris selama 77 tahun untuk mendapatkan gelar juara tunggal putera turnamen Wimbledon di negara mereka itu. "Ini amat berarti untuk siapa saja," katanya, "Wimbledon merupakan turnamen amat penting di dunia. Khususnya bagi dia sebagai pemain Inggris dan bagi para penonton. Ini merupakan hasil paling sempurna bagi mereka." Djokovic memuji penampilan Murray pada laga final itu. "Pertandingan itu merupakan laga tenis level tinggi," katanya, "Saya tahu saya harus berada pada puncak permainan saya agar dapat mengatasi tekanannya. Ia memiliki motivasi amat tinggi untuk meraih gelar pertamanya." "Ia amat bagus dalam mengembalikan bola. Saya sudah melancarkan servis dengan keras, tetapi ia mengembalikannya, sehingga saya harus menambah ekstra kekuatan pukulan saya. Ia mengembalikannya dan itu lah yang membuatnya menang," katanya. Djokovic dipaksa bermain lima set oleh Juan Martin del Potro pada pertandingan bersejarah di semi final yang berlangsung hampir lima jam, Jumat, tetapi ia tidak mencari-cari alasan bahwa ia sedang keletihan. "Permainan ketika itu berlangsung amat panjang," katanya, "Tetapi saya tidak mencari-cari alasan tentang permainan dua hari lalu itu. Ya memang laga itu membuat capek, selama liga jam dalam lima set." "Tapi saya sudah pernah dalam situasi seperti itu sebelumnya. Saya ras baik-baik saya. Itulah hidup. Kita harus bergerak terus," katanya. Djokovic menyatakan gembira dengan penampilannya di turnamen tenis Wimbledon itu, yang pernah meraih gelar pada 2011. "Ini pertandingan final Wimbledon, jadi saya tidak kecewa dengan penampilan keseluruhan saya," katanya. "Ini merupakan turnamen hebat bagi saya. Saya tidak dapat berbuat lebih baik hari ini. Itulah olahraga," ujarnya. "Anda tidak dapat memenangi semua pertandingan. Saya akan mecoba berebua yang terbaik di masa mendatang, karena itu lah yang saya butuhkan saat ini," katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026