Logo Header Antaranews Sumbar

Biaya Pengambilan PlRT Indonesia Kemungkinan Naik

Rabu, 7 November 2012 10:29 WIB
Image Print

Kuala Lumpur, (ANTARA) - Biaya pengambilan pembantu rumah tangga asal Indonesia ke Malaysia kemungkinan akan dinaikkan dari kesepakatan sebelumnya, karena agen penyalur di kedua negara merasa tidak puas dan menganggapnya terlalu rendah. Menteri Sumberdaya Manusia Malaysia Datuk Seri Dr S Subramaniam seperti dikutip Bernama, Rabu, mengatakan perusahaan penyalur menilai jumlah yang disepakati antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia sebanyak 4.511 ringgit itu tidak menguntungkan mereka jika dibandingkan dengan tarif untuk pekerja asing lain. "Justru kami minta mereka berbicara dengan rekan mereka dan mengusulkan biaya yang realistik pada kami," katanya. "Kita tidak tahu meningkat berapa banyak. Biar mereka usulkan tarif baru dulu. Tetapi ada yang membayar 12 ribu hingga 13 ribu ringgit untuk mendapatkan pembantu rumah asing. Kita harap tidak setinggi itu," imbuhnya. Perwakilan perusahaan penyalur dari kedua negara dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan pihak berwenang Malaysia dan Indonesia pada pertengahan November untuk membahas isu tersebut. Subramaniam mengatakan, Indonesia lebih suka mengirimkan PLRT ke negara-negara yang menawarkan gaji tinggi seperti Singapura, Taiwan, Hong Kong, Jepang dan Timur Tengah. Pada 30 Mei 2011, kedua negara menandatangani protokol menindaklanjuti MoU mengenai pengambilan dan penempatan PLRT Indonesia tahun 2006, dengan fokus pada perlindungan dan kesejahteraan untuk pekerja dan majikan. Diantara kesepakatan yang dicapai adalah biaya pengambilan PLRT ditetapkan 4.511 ringgit dan majikan hanya boleh mengambil kembali 1.800 ringgit yang telah dibayar terlebih dulu kepada perusahaan penyalur. Sementara itu mengenai kasus penyebaran iklan "Indonesian maids now on sale" di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu, Subramaniam mengatakan, polisi sudah mengenali beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026